Boardcast Renungan Harian | Paroki Pulo Mas | #SatukanHati | St. Bonaventura
ashiap
Minggu, 1 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
HARI MINGGU BIASA XXVI (H)
Yeh. 18:25-28; Mzm. 25:4bc-5,6-7,8-9; Flp.2:1-11
(Flp.2:1-5); Mat. 21: 28-32.
“Jangan lupa, besok datang datang pertemuan BKSN ya.”
demikian sebuah pesan muncul di sebuah telepon genggam. Spontan, pemilik
telepon menjawab “ashiap”. Jawaban “ashiap” ini menjadi trend sejak diviralkan
seorang Youtuber. Arti kata itu sepadan dengan makna “siap”. Sebuah
ketersediaan diri untuk melakukan sesuatu. Selanjutnya menjadi tantangan bagi
tindakan; sungguh siap melakukannya ataukah hanya sekedar ungkapan yang manis
di bibir saja.
Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan. Kisah seorang Bapak
dengan dua anak. Keduanya mendapatkan perintah yang sama dan merespon dengan
cara yang berbeda. Yang satu mengatakan “ya” tapi tidak bertindak. Yang lain
“tidak” namun lalu melakukannya. Keduanya tentu sangat mengesalkan bapaknya,
bukan sikap yang ideal. Pun menunggu hingga menyesal lalu melakukannya.Janji
manis pun tidak diperlukan saat berhadapan dengan Tuhan.
Lalu?
Ketaatan memang sulit, bahkan jika harus langsung mengatakan
“siap” untuk setiap tugas yang mengutus. Kita mohon rahmat “siap” taat yang
menuntun keberanian untuk tugas apapun dan dimanapun. Dan terlebih, jika Tuhan
yang meminta.
Minggu pagi, ayo ceria
Makin nikmat tambah kopi Gayo
Belajar Taat bersama Maria
Mari sambut bulan rosario
SonyPr
Senin, 2 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Pw. Para Malaikat Pelindung (P)
Kel.23:20-23a; Mzm.91:1-2,3-4,5-6,10-11; Mat. 18:1-5,10.
Sebuah pagelaran diadakan semalam di Istana Negara. Dalam
Rangka menyemarakkan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2023, diadakan fashion Show
bertajuk "Istana Berbaik". Sebuah ajang apresiasi kebudayaan warisan
negri. Batik menjadi salah satu tanda kebesaran Bangsa ini. Kekayaan budaya
negara kita diakui dunia. Bangsa yang besar adalah Bangsa yang juga menghargai
kebudayaan negrinya.
Perjuangan menjadi besar dan terbesar, menjadi tantangan
perjalanan para murid. Menjadi besar masih ditangkap sebatas posisi dan jabatan;
soal apa yang didapat dan apa yang dibanggakan. Bagi Yesus justru sebaliknya,
nilai pertobatan, yakni perubahan cara pandang hidup, itulah yang menjadikan
besar kehidupan seseorang (bdk Mat 18:4)
Lalu?
Memberi apresiasi terhadap yang lain karena ada pertobatan
sudut pandang adalah tanda kebesaran seseorang. Yesus membahasakan dengan kata
"merendahkan diri" dan "menyambut". Mari menjadi besar
dengan merendahkan diri untuk bisa menyambut yang lain.
SonyPr
Warisan benci
Selasa, 3 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXVI (H)
Za. 8:20-23; Mzm.87:1-3,4-5,6-7; Luk. 9:51-56.
Kebencian itu mudah disebarkan. Sekolah saya waktu SMP,
beberapa teman lebih tepatnya, beberapa kali terlibat keributan dengan sebuah
sekolah negeri. Demikian juga saat SMA, terdengar juga pertengkaran dengan
sekolah lain. Bahkan sebuah sekolah pernah melarang murid-muridnya mengenakan
menghindari keributan dengan sebuah sekolah. Usut demi usut, permusuhan yang
tak kunjung henti itu terjadi karena doktrin kebencian diturunkan secara masif
ke adik kelasnya.
Murid-murid Yesus dicegat orang-orang Samaria, karena
mengetahui bahwa tujuan Murid-Murid ke Yerusalem. Bisa jadi para murid tidak
tahu permasalahan yang ada, tetapi mereka terkena imbasnya. Para murid yang
merasa tersinggung dengan hal itu, ingin mencoba membalasnya, “ Tuhan bolehkan
kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?” (Luk 9:54).
Lalu?
Bisa dibayangkan, seandainya Yesus tidak memberi tanggapan,
Kehancuran akan terjadi tanpa tahu apa masalah dasarnya. Yang jahat dan
kebencian pun juga bisa diwariskan turun temurun. Pertanyaanya, mau sampai
kapan? Perlukah menunggu semuanya hancur tanpa kejelasan sebab?
SonyPr
Rabu, 4 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Pw St. Fransiskus dr Asisi (P)
Neh. 2:1-8; Mzm. 137:1-2,3,4-5; Luk.9:57-62.
Terjadi kebakaran di sebuah gunung. Api menyebar sangat
cepat. Sontak, para pendaki yang sedang melakukan pendakian panik. Melihat
sejumlah orang berlarian, pendaki yang lain pun ikut-ikutan berlari. Mereka
menyelamatkan diri. Sayangnya, mereka justru terjebak dalam kobaran api.
Sekelompok pendaki yang lain, diam sejenak. Di dalam kepanikkan, mereka mencoba
tetap tenang. Mereka memikirkan dengan baik arahnya. Ia pun berhasil lolos,
tiba di pos awal dengan selamat.
Beberapa orang ingin mengikuti Yesus. Di tengah jalan, ada
yang ingin minta ijin menguburkan bapaknya (Luk 9:59), pamit kepada keluarganya
(9:61). Meski Yesus memberi teguran, layak juga untuk dilihat keputusan yang
mereka ambil. Mereka yang ingin mengikuti Yesus, mempertimbangkan dengan
sungguh keputusan mereka. Mereka tidak seedar ikut-ikutan. Mereka sadar dengan
tindakan yang diambil. Semoga mereka juga tidak terlalu lama mempertimbangkan.
Keyakinan bahwa Allah akan mencukupi segalanya (Flp 4:19) menjadi dasar pilihan
itu.
Lalu?
Sikap ikut-ikutan hanyalah usaha mencari selamat sendiri.
Pilihan mengikuti Yesus dengan sadar adalah jalan kepada keselamatan.
SonyPr
jangan (ber)susah
Kamis, 5 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXVI (H)
Neh.8:1-4a,5-6,7b-12;
Mzm.19:8,9,10,11; Luk. 10:1-12.
Hal terberat dalam sebuah bencana adalah pemulihan. Sebuah
komplek perumahan baru saja dilanda banjir hampir setinggi atap rumah. Banjir
mulai surut. Tidak ada genangan lagi. Sayangnya seluruh perabotan hancur.
Saatnya kini keluarga itu mulai membersihkan rumah untuk dapat memulai
kehidupan baru. Sedih masih ada, tetapi hidup juga harus tetap berjalan.
Israel baru kembali dari pembuangan. Semangat mereka sudah
hilang, gairah hidup hampir tidak ada. Ezra hadir di tengah mereka sebagai
utusan Allah. Israel meminta Ezra untuk membqcakan kitab Taurat. Ia membacakan
,” Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan
menangis!”(Neh 8:9). Ezra pun menambahkan “karena hari ini adalah kudus bagi
Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah
perlindunganmu” (8:10). Yang membuat kudus adalah Tuhan hadir. Karena Tuhan
hadir Israel layak untuk ditenangkan.
Lalu?
Kata “hari ini” yang disampaikan Ezra, tentu juga tetap
dibaca sebagai “hari ini” bagi kita yang membaca sekarang. Setiap hari adalah
Kudus karena Tuhan hadir dalam hidup kita.
SonyPr
Sabtu, 7 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Pw SP Maria, Ratu Rosario (P)
Kis. 1:12-14; MT Luk. 1:46-47,48-49,50-51,52- 53,54-55; Luk.
1:26-38.
Melihat daftar nama adalah sesuatu yang sering membuat
was-was. Seorang anak yang baru saja naik kelas, di hari pertama ia sekolah, ia
langsung memastikan di mana namanya berada. Betapa senangnya ia ketika tahu
bahwa namanya tercatat bersama dengan sahabatnya di kelas yang sama. Seorang
anak yang mendaftar ke sebuah Perguruan Tinggi terlihat begitu. Namanya tidak
tertulis di daftar Mahasiswa baru. Ia tidak diterima di perguruan tinggi
idamannya.
“Tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di
sorga.” (Luk 10:20), itulah pesan Yesus di dalam bacaan hari ini. Kegembiraan
para murid Tuhan adalah nama mereka ternyata diingat oleh Tuhan sendiri. Surga
adalah tempat kediaman Allah Bapa. Surga adalah kerinduan tujuan hidup para
murid. Keberhasilan pelayanan para murid adalah pengalaman syukur karena mereka
berhasil melakukan tugas seturut kehendak Tuhan. Itulah jaminan nama tercatat di
surga?
Lalu?
Tetapkah surga menjadi kerinduan kita? Apa yang kita lakukan
untuk memastikan bahwa nama kita tercatat di surga?
SonyPr
serakah
Minggu, 8 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
HARI MINGGU BIASA XXVII (H)
Honores mutant mores, kekuasaan merubah perilaku (Kompas,
7/10/2023). Kekuasaan begitu mempesona hingga kerap menyilaukan. Ketidaksiapan
kekuasaan menimbulkan perilaku serakah;
keinginan untuk memiliki hak orang lain dengan tidak wajar. Belum selesai kisah
Ukraina - Rusia, kita dikejutkan kembali dengan konflik panas Palestina -
Israel (kompas, 8/10/2023). Roket -roket diluncurkan guna membinasakan yang
lain. Manusia menjadi tidak berharga dalam lingkup keserakahan.
Pemilik kebun anggur dalam perumpaaan hari ini berharap
dapat memperoleh buah anggur yang manis. Tapi sayang, yang didapat adalah buah
yang asam (Yes 5:2). Lebih parah lagi ketika yang dihadapi pemilik kebun anggur
adalah celaka. Ia dan para pekerjanya dibinasakan. Tidak tanggung juga, anak
sang pemilik kebun juga turut dihabisi (Mat 21:38). Para pekerja menginginkan
penguasaan lahan namun melalaikan tanggung jawab untuk menggarap lahan dan
menghasilkan buah.
Lalu?
Tancapkan rasa syukur dalam hidup, agar kita tidak
terjerumus dalam lubang keserakahan.
SonyPr
Senin, 9 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXVII (H)
Yun.1:1-17;2:10; MT Yun.2:2-4,7;Luk.10:25-37.
Seorang anak diajak keluarganya berkunjung ke sebuah panti
asuhan. Kebetulan di tempat itu juga sedang diadakan sebuah acara. Sang anak
diajak bergabung. Awalnya ia tampak takut dan malu-malu, Tetapi lama kelamaan
ia pun berani. Anak itu belajar tentang menjadi sesama.
Apa jawaban kita saat ditanya, “siapakah sesamaku manusia?”
(Luk 10:30). Jawabannya tentu bisa banyak. Kita bisa memilah atau
mengkategorikan. Sedikitnya, dari perumpamaan orang Samaria yang baik hati,
kita bisa mendapatkan beberapa ciri sikap untuk diwujudkan sebagai kesadaran
bahwa yang lain adalah sesamaku. Ia akan melawat bukan hanya melewatinya (Luk
10:33). Ia lalu menaikkan derajat hidup orang itu, bukan merendahkan (Luk
10:33). Dan terakhir, hatinya tergerak dalam belas kasih untuk merawat mereka
(Luk 10:35).
Lalu?
Siapakah sesamaku? Ayo hadir - bermain - bersukacita dengan
mereka.
SonyPr
dilema keputusan
Selasa, 10 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXVII (H)
Yun. 3:1-10; Mzm.130:1-2,3-4ab,7-8;
Luk. 10:38-42.
Sebuah keluarga hendak merencanakan berlibur ke Bali. Mereka
sudah menabung sejak beberapa tahun. Maka tibalah hari yang ditentukan. Saat
mereka hendak bersiap membeli tiket, sebuah kabar buruk menimpa. salah satu
anggota keluarga sakit dan membutuhkan biasa besar utnuk pengobatan. Di tengah
kebimbangan, mereka memutuskan untuk menunda liburan. Anak-anak diberi
pengertian. Dana yang ada digunakan untuk pengobatan keluarga mereka.
Keputusan-keputusan baik kerap membuat bingung dan membuat
putus asa. Yunus mengalami dilema, antara mengukuti keyakinan bangsanya bahwa
Niniwe harus dihancurkan atau mengikuti Tuhan untuk mempertobatkan mereka. Bagi
Martha adalah baik jika melayani tamu yang datang (Luk 10:40). Maka ia stress
dan kesal ketika Maria justru ngobrol hanya dengan Yesus. Bagi Maria yang
dibutuhkan saat ini adalah mendengarkan suara Tuhan.
Lalu?
Di antara yang baik, ada keputusan yang terbaik. Kita isi
keputusan kita dengan menghadirkan Tuhan. Demikianlahkita terhindar dari kesal
dan kecewa terhadapa keputusan yang diambil.
SonyPr
Rabu, 11 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXVII (H)
Yun. 4:1-11; Mzm. 86:3-4,5-6,9-10; Luk.11:1-4.
Pasti di antara kita punya beragam pengalaman doa. Mulai
dari cara berdoa, waktu berdoa hingga apa yang didapat dalam doa. Seorang bapak
mendadak terkena serangan Stroke saat mengikuti rapat kerja. Rekan-rekannya
langsung membawanya ke rumah sakit. Kondisi bapak mengalami naik turun, hingga
tidak terasa semua doa dan pengobatan
sudah dilakukan selama 7 tahun. Di tahun ketujuh ini, ia merasakan buah doanya.
Ia merasa damai. Ia belum sembuh, tetapi sungguh mencoba menikmati hidupnya.
Para murid meminta diajarkan berdoa. Mereka melihat
murid-murid Yohanes diajarkan gurunya berdoa. Para murid tidak mau kalah dengan
Murid Yohanes. Yesus tidak mengajarkan rumusan doa yang lain. Doa Yesus adalah
pengakuan atas kemahakuasaan Allah dan pengakuan atas syukur yang diberikan
Allah. Doa bukanlah sebuah ajang pembuktian apapun. Doa sebagai sarana
membangun relasi dengan Allah.
Lalu?
Berhadapan dengan beragam kompleksitas pengalaman hidup,
kita bisa memilih marah (Bdk Yun 4:1) atau tetap belajar berdoa (Mat 11:1).
SonyPr
ketuk, masuk
Kamis, 12 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXVII (H)
Mal.3:13-4:2a; Mzm.1:1-2,3,4,6;
Luk. 11:5-13.
Pastoran kami di Badau (Kalimantan Barat) dahulu, hanyalah
sebuah bangunan kayu kecil sederhana. Ukurannya mungkin seluas Ruang Paulus
yang ada Wisma Bonaventura Pulo Mas. Meskipun kecil, tempat kami sering
dijadikan tempat persinggahan teman-teman yang akan melintas ke paroki sebelah
atau negara sebelah. Kami pun menyambut mereka dengan senang. Jam berapapun
mereka datang, mereka tetap kami sambut.
Pengalaman doa, disandingkan Yesus dengan sikap tuan rumah
yang ramah. Allah Bapa kita adalah tuan rumah yang ramah yang akan menyambut
mereka yang mencari, meminta dan mengetuk di dalam rumahNya ( bdk. Luk 11:9).
Orang yang meminta bantuan, tumpangan, mengetok pintu rumah adalah orang yang
berdoa dalam kehidupan sehari-hari. Kita menjadi tuan rumah yang baik, yang
membukakan pintu bagi mereka.
Lalu?
Apa yang kita doakan, itulah yang kita tampilkan dalam
keseharian hidup. Apa yang kita hayati di dalam hidup, itulah yang biasa kita
doakan.
SonyPr
Jumat, 13 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXVII (H)
Yl.1:13-15;2:1-2; Mzm.9:2-3,6,16,8-9; Luk.11:15-26.
Ikan busuk, dimulai dari kepala, demikian sebuah pepatah
berkata. Para pembeli ikan membeli ikan dengan melihat insang dan kepalanya
lebih dahulu. Jika bagian kepala sudah tidak baik, maka bisa dijamin yang lain
pun akan rusak juga. Pepatah ini juga ingin mengungkapkan pentingnya sebuah
keteladanan seorang pemimpin. Bagaimana bisa mengharapkan sebuah organisasi, lembaga
atau sebuah struktur berjalan dengan baik tanpa adanya sebuah keteladanan.
Yesus mencoba menepis anggapan yang menuduhNya bahwa ia
mengusir setan denga kuasa beelzebul (Luk 11:15). Bahkan ia menantang
penuduhNya dengan balik mempertanyakan kuasa yang digunakan oleh
pengikut-pengikut lain dalam mengusir setan (Luk 11:18). Kekuatan setan selalu
akan menghancurkan kehidupan, sedangkan kuasa Allah akan mendorong penyatuan.
Allah akan memberi kekuatan dan bukan mencerai-beraikan (Luk 11:23). Sehingga,
Pantaslah kita dipimpin Allah karena ia yang menyatukan kita.
Lalu?
Siapakah yang menjadi kepala dalam kehidupan kita. Bersama
dengan Allah, hidup tidak akan dibiarkan membusuk dan dimusnahkan.
SonyPr
mendengar dan bahagia
Sabtu, 14 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXVII (H)
Yl.3:12-21; Mzm. 97:1-2,5-6,11-12;
Luk.11:27-28.
Seorang sahabat baru saja dikaruniai seorang anak. Anak
mereka lahir dengan selamat. Kelahiran anak mereka sungguh menjadi anugerah.
Betapa tidak, sang ibu sudah tiga kali mengalami keguguran dan mereka hampir
menyerah untuk mempunyai anak. Namun pengharapan tidak pernah putus, saat ini
mereka sudah dikaruniai anak kedua.
Perikop injil hari ini sangat pendek. Ini bukanlah
penyangkalan Yesus kepada ibu maupun keluargaNya. Sebaliknya, Yesus ingin
mengajarkan bahwa semua yang melakukan kehendak Allah adalah anggota keluarga
Kerajaan Allah. Mereka tidak hanya mendengarkan tetapi melaksanakannya. Mereka
tidak hanya melaksanakan sesaat tetapi juga memelihara di dalam hatinya. Dalam
konteks ini, Maria ibuNya justru mendapat kehormatan karena dalam
kerendahanhatinya, Ia menunjukkan ketaatan memelihara sabda Allah di dalam
hatinya.
Lalu?
Inilah juga yang kita ingin lakukan setiap kali selesai
mendengarkan sabda Tuhan,
"Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun
melaksanakannya; SabdaMu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami"
SonyPr
Minggu, 15 Oktober 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
Broadcast Renungan Harian
===================
HARI MINGGU BIASA XXVIII (H)
Yes.25:6-10a;Mzm.23:1-3a,3b-4,5,6; Flp.4:12-14,19-20;
Mat. 22: 1-14
Kurang itu adalah lebih. Sebuah frase yang muncul dari puisi
tua (1855) Robert Browning. Arti modern dari “less is more” sangat terkait
dengan sikap minimalis, fokus pada hal yang mengelilingi dan berani melepaskan
hal yang tidak perlu. Gaya hidup ini menyoroti pentingnya sebuah kesederhanaan.
Hidup minimalis dan sederhana terasa sulit di tengah dunia yang memudahkan
mendapatkan apapun.
Rasa cukup menjadi mutiara pengalaman hidup Paulus. “Aku
telah belajar mencukupkan diri dalam segala hal” (Filipi 4:11). Bahkan ia
berani mengatakan sudah memahami hidup dalam kekurangan maupun dalam
kelimpahan. Segala hal mampu ditanggung Paulus bersama dengan Tuhan Allah.
Paulus belajar untuk hidup dengan mencukupkan diri. Tetapi bukan karena itu ia
tidak mengupayakan sesuatu. Ia justru membuatnya semakin mengandalkan Tuhan
dalam kerja kerasnya. Ia tahu rasanya berkekurangan, tidak punya uang, bahkan
hidup dalam keterbatasan. Di situlah ia belajar untuk merasa cukup dalam
kehidupannya. Bagi Paulus, yang terutama justru adalah buahnya (4:17).
Lalu?
Kita belajar merasa mendapatkan cukup untuk kehidupan ini.
Hidup pun terbebas dari sikap membanding-bandingkan.
SonyPr