Jadwal Misa

Sabtu Sore :  16.30 WIB

Minggu         :  06.30  |  08.30  |  16.30  | 18.30 WIB

Renungan Harian Mid-Agustus 2023
"Perjalanan Jiwa menuju Tuhan"

Boardcast Renungan Harian  |  Paroki Pulo Mas  |  #SatukanHati  | St. Bonaventura

barokah

Musa

Rabu, 16 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #Menuju50Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XIX (H)

Ul. 34:1-12; Mzm.66:1-3a,5,8,16-17;

Mat.18:15-20.

Tukang bakmi di depan gereja inii sudah ada sejak lama. Mereka berjualan dari pagi hingga sore. Di pagi hari, sekitar pkl 05.30.wib, mereka sudah muali mempersiapkan dagangan. Mulai dari mengeluarkan gerobak, membersihkan area berdqgang hingga memasang tenda jualan. Di sore hari, mereka mulai merapikan dagangan. Membersihkan sampah, lalu pulang ke rumah. Barokah-berkah tidak sekedar ditunggu. Berkat Tuhan dialami, diusahakan dan dikerjakan dengan segala jatuh bangunnya.

Di penghujung usianya, Musa semakin mendekat tanah terjanji. Tuhan Allah akhirnya memperlihatkan semua negeri dan tanah yang dijanjikan dengan sumpah Abraham (Ul 34:4). Menariknya, Tuhan justru berpesan bahwa Musa hanya diijinkan melihat itu semua. Ia tidak diijinkan untuk menyebrang apalagi hingga diam di negeri itu (Ul 34:4-5). Hingga akhirnya Musa meninggal tetapi tidak ada yang tahu di mana kuburnya. Musa sungguh diberkati Tuhan. Berkatnya Musa adalah menghantar Bangsa Israel menuju tanah terjanji. Tugas Musa hanya mengantar dan itu ia laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak kecewa karena tidak diijinkan menyebrang masuk. Padahal, selama hidupnya, Musa yang terus membimbing Israel secara utuh. Justru karena itulah Musa dihormati bangsanya. Ia sungguh memahami Tuhan dalam  persekutuanya dengan dengan Tuhan berbuah pemahaman kehendak Allah bagi dirinya.

Lalu?

Apapun berkat kita, kerjakan dan usahakan dengan baik dan penuh kesungguhan. Setiap pribadi sudah memiliki berkatnya masing-masing. Dari Musa kita belajar, sehebatnya manusia yang “dipilih“ Tuhan, ia tetaplah hamba yang dituntut untuk taat. Ia tidak lagi bertanya "mengapa begini, mengapa begitu.” Ia hanya taat. Kebesaran Allah tidak tidak berakhir di dalam hidupnya.

 

SonyPr

maju merdeka

Kamis, 17 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia (P)

Sir.10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac,3a,6-7; 1Ptr.2:13-17; Mat. 22:15-21.

Pernak pernik merah putih mewarnai beragam tempat hari-hari ini. Sebuah tanda bahwa negara ini sedang merayakan Hari jadinya. Di tiap RW muncul himbauan untuk memasang bendera sejak awal Bulan Agustus. Beragam acara dan perlombaan pun disiapkan menyambut moment kemerdekaan ini. Semua orang bergembira menyambutnya. Di balik kegembiraan, ada harapan untuk mewujudkan mimpi Indonesia yang merdeka seutuhnya.

“Kamu dipanggil untuk kemerdekaan”, menjadi seruan dalam Mazmur tanggapan hari ini. Paulus pun dalam bacaan II menegaskan seruan ini dengan mengatakn, “hiduplah sebagai orang merdeka” (1 Petrus 2:16). Pengingat sekaligus ajakan bagi kita bahwa pada dasarnya, kemerdekaan itu sudah menjadi hal mendasar yang dianugerahkan kepada kita sebagai Anak-anak Allah. Akan tetapi, merdeka dalam kasanah iman bukan hanya soal menang dan tidak tertindas. Sehingga tidak mengherankan bahwa Mazmur tanggapan, menambahkan anak kalimat  “maka abdilah satu sama lain dalam cintakasih.” Kalimat ini sedikit kontradiktif, merdeka namun terus hidup dalam pengabdian. Paulus pun juga menambahkan “bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Petr 2:16-17). Kemerdekaan adalah ruang kesempatan untuk mencintai.

Lalu?

Dalam kemerdekaan kita mempunyai tujuan yang sama, menjadi bangsa merdeka dan berdaulat terhormat. Kemerdekaan bangsa hanya bisa tercapai ketika rasa hormat terhadap sesama selalu diagungkan. Dan hal itu terwujud dalam semangat mencintai dalam pengabdian yang tulus. 

Dirgahayu RI 

SonyPr

hut-ri-78-official-logo-in-2023

pilihan ibadah

Gereja Bona Pagi

Sabtu, 19 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XIX (H)

Yos. 24:14-29;Mzm. 16:1-2a,5,7-8,11; Mat. 19:13-15.

Setiap selesai misa, saya biasa bertemu dengan umat yang baru saja selesai mengikuti misa.  Seringkali juga saya menemukan yang misa di Gereja Bonaventura rupanya tidak hanya berasal dari sini saja. Ada yang memang rutin selalu misa  di sini, ada yang karena kebetulan di sini, atau karena diajak oleh temannya. Sebaliknya, dari umat Pulo mas sendiri ada juga yang mengungkapkan lebih sering misa di paroki tertentu dengan beragam pertimbangan yang ada. Tentang tempat dan waktu beribadah masing-masing orang punya pilihannya masing-masing.

Umat Israel telah mengikat perjanjian di Sikhem. Sekarang mereka sadar bahwa mereka adalah umat yang terpilih. Keterpilihan itu membuat mereka perlu berjanji untuk mengabdi kepada Allah, melaksanakan hukum Allah dan kehendak Allah. Allah telah memilih mereka secara istimewa. Hendaknya mereka melaksanakan keterpilihan itu dengan sempurna. Beribadah kepada Allah adalah pilihan wajib yang perlu dilaksanakan menjaga keterpilihan mereka sebagai umat Allah.

Lalu?


Hidup kita terjadi karena Allah memilih kita. Kita perbarui keterpilihan itu setiap kali merayakan Ekaristi.

 

SonyPr

Kasih yang berbelas kasih

Minggu, 20 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

HARI MINGGU BIASA XX (H)

Yes. 56:1,6-7; Mzm.67:2-3,5,6,8; Rm.11: 13-15,29-32; Mat. 15: 21-28.

Setiap kali melewati perempatan Kelapa Gading - Jalan Perintis Kemerdekaan, kita akan menjumpai pemandangan sekelompok anak yang berjualan. Usia mereka masih sangat kecil. Bersama dengan teman atau mungkin saudaranya atau bahkan dengan seorang ibu yang sedang menggendong bayi , mereka berkeliling sambil membawa tissue untuk dijual. Anak-anak itu menghampiri satu persatu mobil yang sedang berhenti di persimpangan lampu merah. Ada pengendara yang membeli, ada yang cuek, atau hanya memberi uang sekedarnya. Apapun tanggapannya, anak-anak itu tidak menyerah. 

Kegigihan yang sama, kurang lebih juga diperlihatkan oleh seorang wanita yang memohon kesembuhan bagi anaknya. Seolah Tuhan mendiamkan, wanita itu tidak menyerah. Pun ketika para Murid meminta kepada Yesus untuk meminta wanita itu diam, wanita itu tetap berusaha mencoba. Keterbukaan wanita itu memperlihatkan kedalaman imannya.Ia sangat terbuka terhadap rahmat Tuhan. Apapun yang ia dapat, akan ia syukuri. Tepatlah jika Yesus mengatakan, Hai Ibu, sungguhlah besar imanmu…(Mat 15:28).

Lalu?


Ketika doa kita memohonkan sesuatu, sungguhkah kita beriman seperti wanita itu. Percaya, bahwa Allah memang berbelas kasih. Seolah Allah mendiamkan, tetapi iman kita tetap mengatakan kasih Allah tetap dicurahkan.

 

SonyPr

Sahabat Yesus

Darurat polusi

Polusi Jkt 2023

Senin, 21 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Pw S. Pius X, Paus (P)

Hak. 2:11-19; Mzm. 106:34-35,36-37,39-40, 43ab,44; Mat. 19:16-22. 

Jakarta Darurat Polusi udara. Demikian trending topik sejumlah media di ibu kota. Beragam usul dan tanggapan pun muncul menyikapi masalah ini; mulai dari pembuatan kebijakan -  peraturan - undang-Undang, Pembentukan Panitia Khusus, pemberlakuan kembali WFH dan lain sebagainya. Semua diupayakan demi menciptakan ruang udara yang sehat. Usul - usul tersebut merupakan hal yang baik. Dibutuhkan kerjasama dan kemauan keras beragam pihak di dalam mewujudkannya.

Ada seorang datang kepada Yesus dan bertanya tentang perbuatan baik yang perlu dilakukan untuk mendapat hidup kekal (Mat 19:16). Ia ingin mendapatkan hidup kekal, maka ia menanyakan kebaikan apa yang perlu ia lakukan lagi. Pernyataan tentang “yang baik” memberi kesan bahwa pusatnya adalah diriku, prestasiku dan kemampuanku bahkan hakku. Maka Yesus menambahkan dengan sebuah perintah. Hidup kekal adalah hidup yang sempurna. Keterbatasan manusia tidak bisa menjangkau itu, ia membutuhkan rahmat Allah yang besar.

Lalu?


Di sinilah tantangan terhadap keinginan mulai terasa. Tidak cukup seseorang hanya menginginkan sesuatu tanpa dibarengi kemauan dan usaha yang keras.

 

SonyPr

benefit

Selasa, 22 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Pw SP Maria, Ratu (P)

Hak. 6:11-24a; Mzm. 85:9,11-12, 13-14;

Mat. 19:23-30.

Benefit adalah sejumlah keuntungan yang diperoleh atas sebuah usaha yang dijalankan. Pembicaraan tentang benefit selalu menarik dalam beragam bidang. Sebelum pindah tempat kerja, seorang karyawan akan memperhitungkan benefit yang akan diterima. Sebelum membeli rumah di suatu tempat, seseorang akan memperhitungkan benefit; dari sudut jarak tempuh,hingga nilai investasi. Seorang pengusaha atau perusahaan akan melakukan kerja sama, pasti juga akan melihat nilai benefit di kemudian hari.Prinsipnya adalah jangan sampai apa yang dikerjakan justru semakin merugikan.

Petrus rupanya mulai berhitung terhadap apa yang telah ia lakukan. “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu, apa yang akan kami peroleh?” (Mat 19:27). Pertanyaan ini menjadi kelanjutan dari pengajaran tentang seorang muda yang hendak masuk ke dalam hidup kekal. Ditambah lagi, sebuah perumpamaan tentang seekor unta yang masuk ke dalam lubang jarum, menjadi selentingan menohok. Seorang yang memegang erat segalanya termasuk kekayaan akan sulit masuk Kerajaan Surga. Seolah sangat bertentangan dengan ajaran sebelumnya yang menyampaikan bahwa kekayaan dan segala berkat yang ada merupakan konsekuensi mentaati perintah Allah.


Lalu?


Matius tidak berbicara soal benefit ini. Kerajaan Allah sepenuhnya adalah hadiah dari Allah. Tuhan tidak menyingkirkan orang kaya dari jalan yang berbeda. Kerajaan Allah adalah anugerah Allah; tak seorang pun masuk karena kekayaannya atau jerih usahanya sendiri.

 

SonyPr

Smile

Demo

Demo-Buruh

Rabu, 23 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XX (H)

Hak. 9:6-15; Mzm.21:2-3,4-5,6-7; Mat.20:1-16a. 

Sejumlah demo terjadi di beberapa tempat. Beragam demo, mewarnai situasi di kota Jakarta. Demo buruh menuntut keadilan upah para pekerja. Demo supir, menuntut keadilan tarif. Semua demo dipicu oleh perasaan tidak adil atas apa yang didapat.

Membaca perumpamaan hari ini, seolah muncul kisah ketidakadilan. Beruntung, bahwa pekerja itu tidak memprovokasi demo. Dari sisi pekerja, rasanya tidak adil. Mereka yang bekerja dari awal mendapat upah yang sama dengan yang masuk paling akhir. Dari sudut pemilik kerja, iya rasanya cukup adil.Yang diberikan sesuai dengan apa yang dijanjikan. Lebih dalam lagi, dari pekerja yang bekerja sejak awal, terasa tidak adil. Tetapi dari pekerja yang baru bekerja akan terbayang besar sekali syukurnya. Sepanjang hari dia menunggu orang yang mau mempekerjakan dia, akhirnya datang juga kesempatan itu. Dia bisa pulang dengan membawa sesuatu untuk keluarganya.

Lalu?


Dua gambaran berkat kehidupan, dua suasana syukur dan dua cara Allah memberikan belas kasih. Ada kalanya kita perlu bekerja keras, berjuang hingga waktu yang tak tahu sampai kapan untuk sebuah berkat. Ada kalanya juga berkat itu datang secara mengejutkan. Sehingga pertanyaan “ iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat 20:15), menjadi sebuah sindiran bagi kita yang terlalu melihat dari sisi “tidak adil”. Bukankah kadang kita mengalami berkat diberikan begitu saja oleh Tuhan?

 

SonyPr

dulu sinis, lalu manis

Kamis, 24 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Pesta S. Bartolomeus, Ras (M)

Why.21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab, 17-18; Yoh.1:45-51.

Sikap sinis adalah perilaku yang memandang sesuatu dengan cenderung rendah. Sikap yang diperlihatkan cenderung meragukan kebaikan yang diusahakan atau ditampilkan orang lain. Semua gagasan baik cenderung dimentahkan dengan nada sindiran. Sinis yang kadang dibarengi sikap masa bodoh merupakan ciri stress (CNN.com , 2015). Sehingga perlu berhati-hati menghakimi mereka yang bersikap sinis. Tidak perlu ditanggapi serius. Mereka yang sini kadang hanya perlu diberi waktu dan didengarkan saja.

Nada Nathanael seperti terdengar sinis. Di saat Filipus sedang begitu semangatnya menceritakan pertemuannya dengan Yesus (Yoh 1:45), Nathanael dengan sinis menjawab “mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazareth” (Yoh 1:46). Filipus tidak terburu-buru menghakimi Nathanael, ia justru memberi ruang bagi Nathanael. Kebenaran Filipus dipertegas oleh Yesus sendiri. Bahkan Yesus memuji Nathanael sebagai orang Israel sejati (1:47). Sikap Nathanael pun berubah, tidak lagi sinis. Ia menjadi manis di hadapan Allah, ia datang kepada Yesus dan menyembahNya (1:49).

Lalu?


Tak perlu emosi dan berbalik negatif menghadapi mereka yang sinis. Mungkin saja kita diutus menjadi “Filipus” bagi mereka. Tetap tersenyum,tidak perlu ikut ceriwis menanggapi yang sinis. Niscaya; sikap sinis pun berubah manis. 

 

SonyPr

St Bartolomeus

hukum buatan manusia

Hukum

Jumat, 25 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XX (H)

Rut.1:1,3-6,14b-16,22; Mzm.146:5-6,7,8-9a, 9bc-10; Mat. 22:34-40. 

Antara hukum dan manusianya, antara hukum dan pengalaman kasih, tentu yang ada lebih dahulu adalah manusia dengan pengalaman kasihnya. Keberadaan hukum dan ketentuan menjadi sebuah penegasan bersama di saat jumlah manusia lebih banyak dan kasih yang ada mulai dilupakan. Jika semuanya berjalan baik, bisa jadi tidak perlu ada sebuah hukum atau ketentuan baku.

Orang Farisi bertanya tentang hukum yang utama.Ia begitu normatif. Tindakannya didasarkan atas kesadaran hukum belaka; mana yang boleh, perlu atau tidak (Mat 22:36). Kalau tidak ada dalam hukum, bisa jadi tidak akan ia lakukan.  Di dalam bacaan pertama, Ruth memilih untuk tetap tinggal bersama Naomi (Rut 1:16). Tidak ada kewajiban hukum untuk merawat mertuanya manakala sang suami sudah meninggal. Hatinya berbicara lain, Ia bukan sekedar mertua, ia tetap ibuku. Tidak perlu ada tembok pemisahan dan batasan. Saya tahu rasanya kehilangan.

Lalu?


Biarkan naluri kebaikan kebaikan memainkan juga tindakan kita. Mari kita asah insting kasih, kebaikan dan kepekaan terhadap sesama. Demikianlah kita akan terampil mengelola hidup dalam kasih Allah.

 

SonyPr

Ingin jahat

Kamis, 31 Agustus 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

#Satukanhati #46Tahun

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXI (H)

1Tes.3:7-13; Mzm. 90:3-4,12-13,14,17: Mat 24:42-51

Ada sebuah kebiasaan seorang guru yang saya ingatbqaktu saya sekolah dahulu. Saat ada ulangan, ia kerap dengan sengaja meninggalkan kelas. Tentu saja, hal ini memancing godaan bagi beberapa teman untuk mencontek.  Guru kami pun sudah tahu akan resiko itu. Ia  biisa mengetahui, mana muridnya yang mencontek.

Dalam perumpamaan hari ini dikisahkan seorang tuan rumah yang menempatkan seorang untuk mengatur rumah tangganya. Si pemilik rumah tentunya berharap agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik. Akan tetapi, niat jahat rupanya bisa muncul, hamba itu akan bertindak buruk saat Tuannya tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk (bdk mat 24:48). Perumpamaan memperlihatkan dua karakter sisi kehidupan manusia. Tuntutan manusia adalah menjalani tanggung jawab dengan baik,  maka kita akan diberi tanggung jawab yang lebih besar.

Lalu?


Doa Bapa Kami berakhir dengan kalimat "dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskan kami dari yang jahat". Kecenderungan jahat selalu ada, maka perlulah membangun kewaspadaan di dalam Tuhan.

 

SonyPr

Confuse