Jadwal Misa

Sabtu Sore :  16.30 WIB

Minggu         :  06.30  |  08.30  |  16.30  | 18.30 WIB

Renungan Harian Mid Oktober 2023
"Perjalanan Jiwa menuju Tuhan"

Boardcast Renungan Harian  |  Paroki Pulo Mas  |  #SatukanHati  | St. Bonaventura

video  challenge

volley-putra-china-taipei-vs-korea-selatan-h60n-dom

Kamis, 19 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXVIII (H)

Rm.3:21-30; Mzm.130:1-2,3-4b,4c-6; Luk. 11:47-54

Kecanggihan teknologi semakin membantu manusia dalam menjalankan tugasnya. Di dalam pertandingan voly, dikenal fitur video challenge yang bakal membantu tugas wasit dalam memimpin jalannya pertandingan. Fitur ini merupakan kesempatan yang diberikan kepada masing-masing tim untuk menjnjau ulang keputusan wasit terkait bola in/out, menyentuh net, bola menyentuh tangan pemain dsb. 

Peninjauan ulang bisa juga menghasilkan pembenaran atas keputusan yang telah dihasilkan. Keputusan terhadap kesalahan manusia adalah jatuh dalam dosa. Namun berkat Yesus kristus, manusia diselamatkan. Meski pernah salah, karena kasih Kristus, manusia tetap menjadi orang benar. Sehingga, sebabnya Paulus menegaskan bahwa mereka yang diselamatkan tidak boleh menyombongkan diri atas keselamatan yang diterima dari Allah (rm3:27). Bukan karena perbuatan kita, manusia menjadi orang benar, melainkan karena iman kepada Kristus.

Lalu?

Kita tidak selalu benar, namun saat menjadi benar bukan berarti perlu menjadi sombong bak sedang di atas angin. Kita hanyalah orang yang diselamatkan oleh kasih Tuhan.


SonyPr

seruan  damai

Jumat, 20 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXVIII (H)

Rm.4:1-8; Mzm.32:1-2,5,11; Luk. 12:1-7

Menyikapi konflik Palestina -Israel beberapa hari ini, Paus Fransiskus menyerukan pesan perdamaian. Dalam doa angelus tanggal 8 Oktober 2023 lalu, Paus menyampaikan doa perdamaian bagi konflik yang sedang terjadi. Perang tidak menghasilkan apapun. Perang adalah sikap yang tidak  memperhitungkan manusia. Banyak manusia tidak bersalah mengalami kematian akibat perang.

Semangat perang bertolak belakang dengan semangat kasih Kristus. Manusia diperhitungkan sebagai yang berharga di hadapan Tuhan. “Kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit”( luk 12:7). Demi diri kita, Allah mau memberikan nyawa dan wafat bagi kita.

Lalu?


Jalan Kristus adalah jalan perdamaian. “Akar dari konflik adalah rasa tidak berterimakasih dan sikap serakah. Rasa tidak berterimakasih menimbulkan kekerasan. Ucapan terimakasih sederhana membawa perdamaian.”(Paus Fransiskus)

 

SonyPr

Pope Francis

Museum

Karyawan to Merapi
Sabtu, 21 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXVIII (H)

Rm. 4:13,16-18; Mzm. 105:6-7,8-9,42-43; Luk.12:8-12.

Bersama dengan karyawan, beberapa waktu lalu kami mengadakan acara di kawasan merapi. Dengan jeep, kami diajak berkeliling ke bekas daerah bencana letusan gunung merapi. Sebuah rumah yang terlihat hancur dijadikan sebagai sebuah museum. Di dalamnya dipajang beberapa foto ketika bencana terjadi. Beberapa perabot dan kendaraan yang hancur juga dipajang di sana. Museum adalah pengakuan. Museum bencana merapi adalah Pengakuan terhadap terhadap peristiwa yang pernah berlangsung sekaligus pengakuan terhadap kemahakuasaan Allah.

Abraham memberi pengakuan terhadap Allah yang ia Imani. Pengakuan akan Allah itulah yang memberikannya dasar untuk berharap (kej 4;17-18). Pun halnya Yesus kepada para murid juga menyerukan hal serupa, ”Barangsiapa mengakui Aku di depan Anak Manusia, akan diakui pula oleh Anak Manusia di depan para Malaikat Allah”( Luk 12:8). Pengakuan yang dituntut pun menyangkut seluruh hidup. Pun kenyataannya, para murid jatuh dalam sikap penyangkalan.

Lalu?

Penyangkalan menjadi tantangan dan godaan dalam usaha pengakuan Yesus di dalam hidup kita. Balada penyangkalan masih lebih kuat ketimbang pengakuan akan eksistensi Allah dewasa ini. Bagaimana kita memperjuangkan pengakuan Allah dalam hidup kita?


SonyPr

bagi  donk...

Minggu, 22 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

HARI MINGGU BIASA XXIX (H)

Yes.45:1,4-6; Mzm.96:1,3,4-5,7-8,9-10ac; 1Tes.1:1-5b; 

Mat. 22: 15-21.

Sehabis misa, saya banyak bertemu dengan anak-anak. Sebagian dari mereka, keluar dengan membawa makanan atau minuman di tangan mereka. Sesekali iseng, saya menggoda mereka dengan meminta apa yang mereka bawa. “Bagi donk….”, ada anak yang spontan memberi sebagian atau semuanya, ada pula yang tidak mau memberikan. Untuk membagi, rupanya mereka akan pilih-pilih orang juga.

 "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." (Mat 22:21). Demikian pesan Yesus kepada orang-orang yang hendak menjebaknya. Kelompok koalisi Farisi dan Herodian membuat pemilahan soal membagi apa yang perlu dilakukan sebagai kewajiban; kepada negara atau kepada Tuhan. Bagi Yesus, justru keduanya saling melengkapi; tidak bertentangan satu sama lain. Membayar pajak tidak semata berarti pro terhadap kekuasaan pemerintah yang merugikan rakyat saat itu. Apa yang dipersembahkan kepada Tuhan, diwujudnyatakan dalam kehidupan di tengah masyarakat.



Lalu?


Selamat merayakan Minggu Misi dengan Hati berkobar,  mata terbuka dan kaki yang sigap melangkah. Semoga apa yang kita bagi "membakar hati orang lain dengan sabda Allah, membuka mata orang lain kepada Yesus dalam Ekaristi, dan mengajak setiap orang untuk berjalan bersama di jalan perdamaian dan keselamatan yang telah dianugerahkan Allah dalam Kristus kepada seluruh umat manusia." (Paus Fransiskus)


SonyPr

Hukum

takut  tamak

Screenshot 2023-06-11 101405
Senin, 23 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXIX (H)

Rm. 4:20-25; MT.Luk.1:69-70,71-72,73-75; 

Luk.12:13-21.

Kerentanan manusia adalah ketika ia jatuh pada ketamakan. Sifat ini menjadi diwaspadai karena hidup kita ini memerlukan harta benda yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Sifat tamak mendorong kita untuk memilki lebih dari apa yang dibutuhkan. Lebih parah lagi, ketamakan akan mendorong seseorang menumpuk apa yang mereka miliki tanpa tahu menggunakannya.

Seorang datang kepada Yesus, mengadukan kelakuan saudaranya (Luk 12:13). Ia meminta bantuan Yesus untuk menasihati saudaranya agar mau berbagi harta dengannya. Ia menganggap saudaranya tamak, haus untuk memiliki lebih banyak. Yesus sepertinya tidak malah ikut menegur saudaranya sesuai permintaan orang itu. Bisa jadi Ia tak mau terlibat lebih dalam permasalahan keluarganya. Yesus justru mengajak orang itu untuk memiliki sikap kewaspadaan. Sementara kita bekerja untuk mencukupi kebutuhan kita, kita pun harus menjadi kaya terhadap Allah dengan cara mencari dahulu Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya (Luk 12:31).

Lalu?

Apakah saya juga seorang yang tamak? Mari kita selidiki dalam hati. Di tengah konstelasi masyarakat dan dunia yang tamak, kita berdoa agar tidak jatuh tersungkur ke dalamnya.


SonyPr

plan a,  plan b

Selasa, 24 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXIX (H)

Rm. 5:12,15b,17-19,20b-21; Mzm.40:7-8a,8b- 9,10,17;

Luk. 12:35-38.

Suatu ketika, di sebuah  paroki, bersama dengan sekelompok anak muda, kami hendak mengadakan acara musik di halaman Gereja. Tempat kami belum memilki aula yang memadai. Halaman yang luas menjadi sarana yang sangat menguntungkan. Panggung didirikan di depan gereja, lengkap dengan perlengkapan lainnya. Di saat sedang mempersiapkan acara, seorang teman bertanya, "kalau nanti malam malah hujan bagaimana?". Saya pun sambil bergurau menjawab, "Ya sudah siapkan saja, bawang merah dan cabai". Acara pun berjalan lacar cuaca cerah. Namun saya terkejut, saat sedang membereskan tempat acara bersama mereka, di sejumlah pot, saya menemukan cabai dan bawang yang ditusukkan di pot. Gurauan saya rupanya ditangkap serius.

Pesan kewaspadaan diberikan Yesus kepada muridNya, " "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala" (luk 12:35). Masa depan menjadi situasi tidak terduga. Oleh karena itu, para murid harus mempersiapkan segalanya dengan baik. Kewaspadaan dalam siaga dilakukan para murid dalam suasana bahagia (12:37). Untuk itulah dibutuhkan ketekunan, kesediaan dan kerelaan sebagai sikap waspada di dalam mengelola kehidupan ini.


Lalu?


Semoga dalam keadaan apapun, hidup kita selalu bercahaya memancarkan sinar ilahi.


SonyPr

Plan a plan b

ga ada apa-apa nih...

takwa
Rabu, 25 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXIX (H)

Rm. 6:12-18; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; 

Luk.12:39-48.

Rasanya senang sekali untuk seorang tuan rumah jika tiba-tiba rumahnya kedatangan tamu dan ia punya sesuatu yang bisa disuguhkan kepada tamunya. Sebaliknya ada kalanya, tuan rumah panik, jika ada tamu datang tetapi tidak diberi suguhan apapun karena pas tidak ada. Meskipun, kadang kala si tamu tidak ingin merepotkan keluarga. Sebuah keluarga diam-diam menyuruh anaknya untuk pergi ke sebuah warung manakala saya datang ke rumah itu. Anaknya yang polos, kembali lagi ke rumah lalu berteriak, "Bu warungnya tutup, pesan Go Food saja ya.." Kedua orang tua itu pun hanya menahan senyum.

"Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?" (Luk 12:42). Yesus memakai perumamaan ini untuk menggambarkan dua cara hidup murid yang sedang menanti kedatangan Tuhan. Mereka bisa setia, taat dan berjaga  dan atau kedua, cuek , acuh lebih percaya kedatangan Tuhan akan ditunda. para murid diharapkan memiliki sikap sebagai orang yang dipercaya dan terus mengembangkan kepercayaan itu dengan bertanggungjawab.

Lalu?

Sebagai murid Kristus, Kita tampilkan diri sebagai pribadi yang dapat dipercaya. Tetap menampilkan diri dalam pelayanan dan tanggung jawab optimal sebagai bentuk berjaga.


SonyPr

mobil  kusam

Kamis, 26 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXIX (H)

Rm. 6:19-23; Mzm.1:1-2,3,4,6; Luk. 12:49-53.

Karena sering terparkir di luar, sebuah mobil terlihat kusam. Di musim kemarau ini, kekusaman itu semakin bertamabah. Debu-debu berterbangan dan menempel di badan mobil. Halaman sekitar yang juga terlihat kering, lagi-lagi menambah kusamnya mobil tersebut. Sang pemilik semakin enggan membersihkan setiap hari, pasalnya setiap hari ia harus melewati jalanan proyek yang sangat berdebu. Mobil yang terlihat mahal pun terlihat buruk karena saking kotornya.

Hidup orang Kristen pengikut Kristus memiliki kecemerlangan yang berbeda. Tetapi karena duka dan dosa, hidup manusia tidak lagi menampakkan kecemerlangan (Rm 6:19). Syukurlah sekarang kita telah dimerdekakan; bukan lagi hamba dosa melainkan hamba Allah yang membawa pada pengudusan. Manusia dibebaskan dari maut (Rm 6:22).


Lalu?


Panggilan menjadi kudus membuat hidup manusia menjadi sungguh cemerlang. Kita menjadi kudus dengan menghayati tanggung jawab hidup dalam kasih dan mempersembahkan hidup dengan sukacita (Paus Fransiskus - Gaudette et Exultate)


SonyPr

Mobil kusam

mendung  tanpa  hujan

Rain
Jumat, 27 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXIX (H)

Rm.7:18-25a; Mzm.119:66,68,76,77,93,94; 

Luk.12:54-59.

Ini bukanlah sekedar judul lagu (Denny Caknan). Sekalipun maksudnya mirip "Mendung tanpo udan, Ketemu lan kelangan, Kabeh kui sing diarani perjalanan,.... ". Lirik menjadi cerita tentang apa yang dilihat ternyata berbeda dengan perkiraan maksudnya. Mendung saat ini bukan berarti tanda akan turun hujan. Di sekitar gereja Pulo Mas beberapa hari ini memang mendung, namun sampai malam ditunggu, hujan tak kunjung turun, cuaca pun tetap panas. Herannya, di kawasan lain dekat Pulo Mas, hujan turun sangat deras. Benarlah terasa "Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan".

Akan tetapi, bagaimanapun, tetap penting dalam kehidupan sehari hari, sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda alam. "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi" (Luk 12:54). Mengabaikan tanda alam, sama dengan membangun celaka dalam kehidupan. "Rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?" (12:56). Tidak cukup hanya melihat tanda alam dalam zaman, perlu juga seseorang memutuskan sikap atas tanda yang dialaminya.

Lalu?

Ketidakberanian dalam pengambilan keputusan atas tanda yang dialami, menghadirkan pergulatan besar di dalam kehidupan. Bak perjuangan antara jahat dan baik dalam diri (Rm7;19). Mari perhatikan tanda yang Tuhan beri dalam kehidupan kita, dan segera putuskan apa yang harus diperbuat.


SonyPr

sumpah  pemuda

Sabtu, 28 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Pesta S. Simon dan Yudas, Ras (M) 

Ef. 2:19-22; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 6:12-19.

Hadirnya peristiwa sumpah pemuda tidak terlepas dari sebuah kerinduan para pemuda Indonesia kala itu yang merindukan sebuah situasi Indonesia yang damai. Kedamaian diperoleh lewat jalan persatuan. Pergerakan yang dilakukan para pemuda saat itu mengumandangkan janji satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Dalam semangat persatuan, setiap pribadi adalah berharga. Setiap pribadi sangat bernilai dalam peran yang dilakukan.

Pesta St. Simon dan Yudas ini, mengingatkan lagi akan panggilan hidup kita. Kita dipanggil sebagai kawan sewarga (Ef 2:19). Dan spesialnya, kita berasal dari golongan orang kudus dari keluarga Allah. Kristus yang menjadi dasar - fondasi utamanya. Menakjubkan rasanya, sekecil apapun yang kita lakukan sangat penting bagi pembangunan Jemaat Allah (Ef. 2:21).


Lalu?


Karena begitu berharga dan pentingnya setiap panggilan dan karya kita di hadapan Allah, maka tak pantas kita meremehkan diri kita atau orang lain. Kita juga mengenangkan semangat Sumpah Pemuda yang dirayakan hari ini. Siapapun kita, kita juga turut ambil bagian dalam sejarah kemerdekaan bangsa ini. 


SonyPr

Sumpah Pemuda

ter(ima)  kasih

photo-praying-cute-child-in-a
Minggu, 29 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

HARI MINGGU BIASA XXX (H) 

Kel.22:21-27; Mzm.18:2-3a,3bc-4,47,51ab;

1Tes.1:5c-10; Mat. 22: 34-40.

"Surya bersinar, udara segar, terima kasih,

di tepi pantai, ombak berderai, terimakasih"

 

Lagu ini sering dinyanyikan dalam misa anak. Sekurangnya, menjadi pengiring anak yang akan maju untuk mendapatkan berkat dari romo. Dengan cara sederhana, mereka diajak merasakan kasih melalui berkat. Dengan cara yang sama pula,mereka diajak bersyukur dan berterimakasih atas aneka bentuk kasih yang Tuhan berikan.

Orang-orang Farisi bertanya tentang hukum yang terbesar dan terutama. Nampaknya sebenarnya mereka sudah tahu. Kenyatannya, mereka bersikap seolah tidak tahu. Ketidak-mautahuan ini semakin diperberat dengan emosi karena "mereka mendengar bahwa Yesus telah membungkam orang-orang" (Mat 22:34). Kasih tidak mampu dilihat lagi. Benci pun mendominasi hati.

Lalu?

Saat mengikuti perayaan Ekaristi, seorang imam akan menyapa kita sebagai saudara-saudari yang terkasih. Atau sebaliknya, saat menerima sesuatu, sudahkah kita mengucapkan terimakasih? Karena sudah sering mendengar dan mendapat, ungkapan kasih pun terasa biasa atau tidak perlu diucapkan. Padahal, kasih Tuhan selalu luar biasa. Mari kita ingat, pemberian apa yang belum kita ucapkan terima kasih?


SonyPr

selilit

Senin, 30 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXX (H)

Rm. 8:12-17; Mzm.68:2,4,6-7ab,20-21; Luk. 13:10-17.

Selesai makan, seorang pengunjung rumah makan meminta tusuk gigi kepada pelayan setempat. Secuil serat daging, menyelip di antara giginya yang berlubang. Selipan daging itu hanya kecil, namun membuatnya tidak nyaman. Dengan sedikit gaya dorong mendongkrak, selilit itu pun terlepas. Ia pun kembali merasa nyaman berbicara.

Delapan belas tahun seorang ibu mengalami sakit punggung. Ini bukan sekedar selilit kecil yang menyelinap di rongga tulang punggung. "Hai ibu, penyakitmu sudah sembuh" (Luk 13:12). Ibu itu pun merasakan terbebaskan. Ia dapat berdiri tegak dan memuliakan Allah. Berbeda dengan kepala rumah ibadat, ia justru measa gusar (13:14). Rupanya ia lebih senang menyimpan selilit yang menjadi beban hidup orang lain.


Lalu?


Kita bersukacita, karena Tuhan membebaskan selilit kehidupan kita. Semoga setiap kali merayakan ekaristi, kita dibebaskan oleh Tuhan.


SonyPr

tangisan

mbok  turah

Maria1
Selasa, 31 Oktober 2023

Paroki Pulo Mas - St Bonaventura

Broadcast Renungan Harian

===================

Hari Biasa Pekan XXX (H)

Rm. 8:18-25; Mzm.126:1-2ab,2cd-3,4-5,6;

Luk. 13: 18-21.

Ia tinggal di kawasan lereng Gunung Merapi, Yogyakarta. Duduk bersila dengan anggun di sebuah pendopo kecil. Wajahnya tenang, anggun dan memancarkan ketenangan. Pancaran tatapan keibuan mengalir dari matanya. Ia menyambut dengan senyum semua yang datang kepadanya. Mereka yang datang tidak terbatas oleh sekat agama atau apapun. Semua disapa dan disambutnya. Mereka yang datang berdoa dengan caranya masing-masing, bagaikan anak yang merindukan dekapan seorang ibu. Mbok Turah menjadi ibu yang memiliki kelimpahan segalanya.

Dari kerinduan menghadirkan Bunda Maria di kawasan Omah Petroek (Sleman, Yogyakarta), hadirlah Mbok Turah. Sebuah patung Maria dengan sosok wanita bersahaja berpakaian kebaya. Ia menjadi gambaran ibu yang selalu memberi tanpa berkesudahan (Turah = Berlimpah, berlebih (Jawa)). Bagi orang katolik, Mbok Turah adalah ibu Maria. Orang-orang datang kepadanya untuk bersembahyang dengan beragam ujub, mulai masalah keluarga, hubungan dengan orang tua hingga meminta rejeki. Bahkan pernah ada cerita tentang seorang anak yang berdamai dengan ibunya setelah berdoa di depan Mbok Turah.

Di akhir bulan Oktober yang kita rayakan sebagai bulan rosario, pengalaman iman mbok Turah, diperlihatkan dalam bacaan hari ini. Allah hadir sebagai pribadi yang berkelimpahan dalam memberikan berkatNya kepada manusia. Setiap perkara mendapatkan jalan keluar bersama Allah (Mazmur Tanggapan). Tuhan telah melakukan karya besar kepada manusia (Mazmur 126), sehingga setiap manusia memperoleh keselamatan dalam pengharapan Tuhan (Roma 8:24). Kelimpahan itu tidak hanya dilihat dalam hal yang besar. Kerajaan Allah bagaikan biji sesawi yang ditaburkan, tetapi ia lalu berkembang menjadi sumber kehidupan bagi mahluk di sekitarnya. Maka jangan pernah meremehkan hal kecil dan biasa di sekitar kita.

Lalu?

Maria menemani kita berjalan dalam hidup untuk mengalami Allah yang  sumber Turah, kelimpahan di dalam hidup ini. Selamat mensyukuri kelimpahan Tuhan yang hadir dalam pengalaman doa rosario di bulan ini.


SonyPr