Boardcast Renungan Harian | Paroki Pulo Mas | #SatukanHati | St. Bonaventura
barokah
Rabu, 16 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIX (H)
Ul. 34:1-12; Mzm.66:1-3a,5,8,16-17;
Mat.18:15-20.
Tukang bakmi di depan gereja inii sudah ada sejak lama. Mereka berjualan dari pagi hingga sore. Di pagi hari, sekitar pkl 05.30.wib, mereka sudah muali mempersiapkan dagangan. Mulai dari mengeluarkan gerobak, membersihkan area berdqgang hingga memasang tenda jualan. Di sore hari, mereka mulai merapikan dagangan. Membersihkan sampah, lalu pulang ke rumah. Barokah-berkah tidak sekedar ditunggu. Berkat Tuhan dialami, diusahakan dan dikerjakan dengan segala jatuh bangunnya.
Di penghujung usianya, Musa semakin mendekat tanah terjanji. Tuhan Allah akhirnya memperlihatkan semua negeri dan tanah yang dijanjikan dengan sumpah Abraham (Ul 34:4). Menariknya, Tuhan justru berpesan bahwa Musa hanya diijinkan melihat itu semua. Ia tidak diijinkan untuk menyebrang apalagi hingga diam di negeri itu (Ul 34:4-5). Hingga akhirnya Musa meninggal tetapi tidak ada yang tahu di mana kuburnya. Musa sungguh diberkati Tuhan. Berkatnya Musa adalah menghantar Bangsa Israel menuju tanah terjanji. Tugas Musa hanya mengantar dan itu ia laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak kecewa karena tidak diijinkan menyebrang masuk. Padahal, selama hidupnya, Musa yang terus membimbing Israel secara utuh. Justru karena itulah Musa dihormati bangsanya. Ia sungguh memahami Tuhan dalam persekutuanya dengan dengan Tuhan berbuah pemahaman kehendak Allah bagi dirinya.
Lalu?
Apapun berkat kita, kerjakan dan usahakan dengan baik dan penuh kesungguhan. Setiap pribadi sudah memiliki berkatnya masing-masing. Dari Musa kita belajar, sehebatnya manusia yang “dipilih“ Tuhan, ia tetaplah hamba yang dituntut untuk taat. Ia tidak lagi bertanya "mengapa begini, mengapa begitu.” Ia hanya taat. Kebesaran Allah tidak tidak berakhir di dalam hidupnya.
SonyPr
Kamis, 17 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia (P)
Sir.10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac,3a,6-7; 1Ptr.2:13-17; Mat.
22:15-21.
Pernak pernik merah putih mewarnai beragam tempat hari-hari ini. Sebuah tanda bahwa negara ini sedang merayakan Hari jadinya. Di tiap RW muncul himbauan untuk memasang bendera sejak awal Bulan Agustus. Beragam acara dan perlombaan pun disiapkan menyambut moment kemerdekaan ini. Semua orang bergembira menyambutnya. Di balik kegembiraan, ada harapan untuk mewujudkan mimpi Indonesia yang merdeka seutuhnya.
“Kamu dipanggil untuk kemerdekaan”, menjadi seruan dalam
Mazmur tanggapan hari ini. Paulus pun dalam bacaan II menegaskan seruan ini
dengan mengatakn, “hiduplah sebagai orang merdeka” (1 Petrus 2:16). Pengingat
sekaligus ajakan bagi kita bahwa pada dasarnya, kemerdekaan itu sudah menjadi
hal mendasar yang dianugerahkan kepada kita sebagai Anak-anak Allah. Akan
tetapi, merdeka dalam kasanah iman bukan hanya soal menang dan tidak tertindas.
Sehingga tidak mengherankan bahwa Mazmur tanggapan, menambahkan anak kalimat “maka abdilah satu sama lain dalam
cintakasih.” Kalimat ini sedikit kontradiktif, merdeka namun terus hidup dalam
pengabdian. Paulus pun juga menambahkan “bukan seperti mereka yang
menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka,
tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah
saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Petr 2:16-17).
Kemerdekaan adalah ruang kesempatan untuk mencintai.
Lalu?
Dalam kemerdekaan kita mempunyai tujuan yang sama, menjadi bangsa merdeka dan berdaulat terhormat. Kemerdekaan bangsa hanya bisa tercapai ketika rasa hormat terhadap sesama selalu diagungkan. Dan hal itu terwujud dalam semangat mencintai dalam pengabdian yang tulus.
SonyPr
pilihan ibadah
Sabtu, 19 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIX (H)
Yos. 24:14-29;Mzm. 16:1-2a,5,7-8,11; Mat. 19:13-15.
Setiap selesai misa, saya biasa bertemu dengan umat yang
baru saja selesai mengikuti misa.
Seringkali juga saya menemukan yang misa di Gereja Bonaventura rupanya
tidak hanya berasal dari sini saja. Ada yang memang rutin selalu misa di sini, ada yang karena kebetulan di sini,
atau karena diajak oleh temannya. Sebaliknya, dari umat Pulo mas sendiri ada
juga yang mengungkapkan lebih sering misa di paroki tertentu dengan beragam pertimbangan
yang ada. Tentang tempat dan waktu beribadah masing-masing orang punya
pilihannya masing-masing.
Umat Israel telah mengikat perjanjian di Sikhem. Sekarang
mereka sadar bahwa mereka adalah umat yang terpilih. Keterpilihan itu membuat
mereka perlu berjanji untuk mengabdi kepada Allah, melaksanakan hukum Allah dan
kehendak Allah. Allah telah memilih mereka secara istimewa. Hendaknya mereka
melaksanakan keterpilihan itu dengan sempurna. Beribadah kepada Allah adalah
pilihan wajib yang perlu dilaksanakan menjaga keterpilihan mereka sebagai umat
Allah.
Lalu?
Hidup kita terjadi karena Allah memilih kita. Kita perbarui
keterpilihan itu setiap kali merayakan Ekaristi.
SonyPr
Minggu, 20 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
HARI MINGGU BIASA XX (H)
Yes. 56:1,6-7; Mzm.67:2-3,5,6,8; Rm.11: 13-15,29-32; Mat.
15: 21-28.
Setiap kali melewati perempatan Kelapa Gading - Jalan
Perintis Kemerdekaan, kita akan menjumpai pemandangan sekelompok anak yang
berjualan. Usia mereka masih sangat kecil. Bersama dengan teman atau mungkin
saudaranya atau bahkan dengan seorang ibu yang sedang menggendong bayi , mereka
berkeliling sambil membawa tissue untuk dijual. Anak-anak itu menghampiri satu
persatu mobil yang sedang berhenti di persimpangan lampu merah. Ada pengendara
yang membeli, ada yang cuek, atau hanya memberi uang sekedarnya. Apapun
tanggapannya, anak-anak itu tidak menyerah.
Kegigihan yang sama, kurang lebih juga diperlihatkan oleh
seorang wanita yang memohon kesembuhan bagi anaknya. Seolah Tuhan mendiamkan,
wanita itu tidak menyerah. Pun ketika para Murid meminta kepada Yesus untuk
meminta wanita itu diam, wanita itu tetap berusaha mencoba. Keterbukaan wanita
itu memperlihatkan kedalaman imannya.Ia sangat terbuka terhadap rahmat Tuhan.
Apapun yang ia dapat, akan ia syukuri. Tepatlah jika Yesus mengatakan, Hai Ibu,
sungguhlah besar imanmu…(Mat 15:28).
Lalu?
Ketika doa kita memohonkan sesuatu, sungguhkah kita beriman seperti wanita itu. Percaya, bahwa Allah memang berbelas kasih. Seolah Allah mendiamkan, tetapi iman kita tetap mengatakan kasih Allah tetap dicurahkan.
SonyPr
Darurat polusi
Senin, 21 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati
Broadcast Renungan Harian
===================
Pw S. Pius X, Paus (P)
Hak. 2:11-19; Mzm. 106:34-35,36-37,39-40, 43ab,44; Mat.
19:16-22.
Jakarta Darurat Polusi udara. Demikian trending topik
sejumlah media di ibu kota. Beragam usul dan tanggapan pun muncul menyikapi
masalah ini; mulai dari pembuatan kebijakan -
peraturan - undang-Undang, Pembentukan Panitia Khusus, pemberlakuan
kembali WFH dan lain sebagainya. Semua diupayakan demi menciptakan ruang udara
yang sehat. Usul - usul tersebut merupakan hal yang baik. Dibutuhkan kerjasama
dan kemauan keras beragam pihak di dalam mewujudkannya.
Ada seorang datang kepada Yesus dan bertanya tentang
perbuatan baik yang perlu dilakukan untuk mendapat hidup kekal (Mat 19:16). Ia
ingin mendapatkan hidup kekal, maka ia menanyakan kebaikan apa yang perlu ia
lakukan lagi. Pernyataan tentang “yang baik” memberi kesan bahwa pusatnya
adalah diriku, prestasiku dan kemampuanku bahkan hakku. Maka Yesus menambahkan
dengan sebuah perintah. Hidup kekal adalah hidup yang sempurna. Keterbatasan
manusia tidak bisa menjangkau itu, ia membutuhkan rahmat Allah yang besar.
Lalu?
Di sinilah tantangan terhadap keinginan mulai terasa. Tidak
cukup seseorang hanya menginginkan sesuatu tanpa dibarengi kemauan dan usaha
yang keras.
SonyPr
Selasa, 22 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Pw SP Maria, Ratu (P)
Hak. 6:11-24a; Mzm. 85:9,11-12, 13-14;
Mat. 19:23-30.
Benefit adalah sejumlah keuntungan yang diperoleh atas
sebuah usaha yang dijalankan. Pembicaraan tentang benefit selalu menarik dalam
beragam bidang. Sebelum pindah tempat kerja, seorang karyawan akan
memperhitungkan benefit yang akan diterima. Sebelum membeli rumah di suatu
tempat, seseorang akan memperhitungkan benefit; dari sudut jarak tempuh,hingga
nilai investasi. Seorang pengusaha atau perusahaan akan melakukan kerja sama,
pasti juga akan melihat nilai benefit di kemudian hari.Prinsipnya adalah jangan
sampai apa yang dikerjakan justru semakin merugikan.
Petrus rupanya mulai berhitung terhadap apa yang telah ia lakukan. “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu, apa yang akan kami peroleh?” (Mat 19:27). Pertanyaan ini menjadi kelanjutan dari pengajaran tentang seorang muda yang hendak masuk ke dalam hidup kekal. Ditambah lagi, sebuah perumpamaan tentang seekor unta yang masuk ke dalam lubang jarum, menjadi selentingan menohok. Seorang yang memegang erat segalanya termasuk kekayaan akan sulit masuk Kerajaan Surga. Seolah sangat bertentangan dengan ajaran sebelumnya yang menyampaikan bahwa kekayaan dan segala berkat yang ada merupakan konsekuensi mentaati perintah Allah.
Lalu?
Matius tidak berbicara soal benefit ini. Kerajaan Allah
sepenuhnya adalah hadiah dari Allah. Tuhan tidak menyingkirkan orang kaya dari
jalan yang berbeda. Kerajaan Allah adalah anugerah Allah; tak seorang pun masuk
karena kekayaannya atau jerih usahanya sendiri.
SonyPr
Demo
Rabu, 23 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XX (H)
Hak. 9:6-15; Mzm.21:2-3,4-5,6-7; Mat.20:1-16a.
Sejumlah demo terjadi di beberapa tempat. Beragam demo,
mewarnai situasi di kota Jakarta. Demo buruh menuntut keadilan upah para
pekerja. Demo supir, menuntut keadilan tarif. Semua demo dipicu oleh perasaan
tidak adil atas apa yang didapat.
Membaca perumpamaan hari ini, seolah muncul kisah
ketidakadilan. Beruntung, bahwa pekerja itu tidak memprovokasi demo. Dari sisi
pekerja, rasanya tidak adil. Mereka yang bekerja dari awal mendapat upah yang
sama dengan yang masuk paling akhir. Dari sudut pemilik kerja, iya rasanya
cukup adil.Yang diberikan sesuai dengan apa yang dijanjikan. Lebih dalam lagi,
dari pekerja yang bekerja sejak awal, terasa tidak adil. Tetapi dari pekerja
yang baru bekerja akan terbayang besar sekali syukurnya. Sepanjang hari dia
menunggu orang yang mau mempekerjakan dia, akhirnya datang juga kesempatan itu.
Dia bisa pulang dengan membawa sesuatu untuk keluarganya.
Lalu?
Dua gambaran berkat kehidupan, dua suasana syukur dan dua
cara Allah memberikan belas kasih. Ada kalanya kita perlu bekerja keras,
berjuang hingga waktu yang tak tahu sampai kapan untuk sebuah berkat. Ada
kalanya juga berkat itu datang secara mengejutkan. Sehingga pertanyaan “ iri
hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat 20:15), menjadi sebuah sindiran
bagi kita yang terlalu melihat dari sisi “tidak adil”. Bukankah kadang kita
mengalami berkat diberikan begitu saja oleh Tuhan?
SonyPr
dulu sinis, lalu manis
Kamis, 24 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati
Broadcast Renungan Harian
===================
Pesta S. Bartolomeus, Ras (M)
Why.21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab, 17-18; Yoh.1:45-51.
Sikap sinis adalah perilaku yang memandang sesuatu dengan
cenderung rendah. Sikap yang diperlihatkan cenderung meragukan kebaikan yang
diusahakan atau ditampilkan orang lain. Semua gagasan baik cenderung
dimentahkan dengan nada sindiran. Sinis yang kadang dibarengi sikap masa bodoh
merupakan ciri stress (CNN.com , 2015). Sehingga perlu berhati-hati menghakimi
mereka yang bersikap sinis. Tidak perlu ditanggapi serius. Mereka yang sini
kadang hanya perlu diberi waktu dan didengarkan saja.
Nada Nathanael seperti terdengar sinis. Di saat Filipus
sedang begitu semangatnya menceritakan pertemuannya dengan Yesus (Yoh 1:45),
Nathanael dengan sinis menjawab “mungkinkah sesuatu yang baik datang dari
Nazareth” (Yoh 1:46). Filipus tidak terburu-buru menghakimi Nathanael, ia
justru memberi ruang bagi Nathanael. Kebenaran Filipus dipertegas oleh Yesus
sendiri. Bahkan Yesus memuji Nathanael sebagai orang Israel sejati (1:47).
Sikap Nathanael pun berubah, tidak lagi sinis. Ia menjadi manis di hadapan Allah,
ia datang kepada Yesus dan menyembahNya (1:49).
Lalu?
Tak perlu emosi dan berbalik negatif menghadapi mereka yang
sinis. Mungkin saja kita diutus menjadi “Filipus” bagi mereka. Tetap
tersenyum,tidak perlu ikut ceriwis menanggapi yang sinis. Niscaya; sikap sinis
pun berubah manis.
SonyPr
hukum buatan manusia
Jumat, 25 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XX (H)
Rut.1:1,3-6,14b-16,22; Mzm.146:5-6,7,8-9a, 9bc-10; Mat.
22:34-40.
Antara hukum dan manusianya, antara hukum dan pengalaman
kasih, tentu yang ada lebih dahulu adalah manusia dengan pengalaman kasihnya.
Keberadaan hukum dan ketentuan menjadi sebuah penegasan bersama di saat jumlah
manusia lebih banyak dan kasih yang ada mulai dilupakan. Jika semuanya berjalan
baik, bisa jadi tidak perlu ada sebuah hukum atau ketentuan baku.
Orang Farisi bertanya tentang hukum yang utama.Ia begitu
normatif. Tindakannya didasarkan atas kesadaran hukum belaka; mana yang boleh,
perlu atau tidak (Mat 22:36). Kalau tidak ada dalam hukum, bisa jadi tidak akan
ia lakukan. Di dalam bacaan pertama,
Ruth memilih untuk tetap tinggal bersama Naomi (Rut 1:16). Tidak ada kewajiban
hukum untuk merawat mertuanya manakala sang suami sudah meninggal. Hatinya
berbicara lain, Ia bukan sekedar mertua, ia tetap ibuku. Tidak perlu ada tembok
pemisahan dan batasan. Saya tahu rasanya kehilangan.
Lalu?
SonyPr
Ingin jahat
Kamis, 31 Agustus 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XXI (H)
Ada
sebuah kebiasaan seorang guru yang saya ingatbqaktu saya sekolah dahulu. Saat
ada ulangan, ia kerap dengan sengaja meninggalkan kelas. Tentu saja, hal ini
memancing godaan bagi beberapa teman untuk mencontek. Guru kami pun sudah tahu akan resiko itu.
Ia biisa mengetahui, mana muridnya yang
mencontek.
Dalam perumpamaan hari ini dikisahkan seorang tuan rumah
yang menempatkan seorang untuk mengatur rumah tangganya. Si pemilik rumah
tentunya berharap agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik. Akan tetapi,
niat jahat rupanya bisa muncul, hamba itu akan bertindak buruk saat Tuannya
tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum
bersama-sama pemabuk-pemabuk (bdk mat 24:48). Perumpamaan memperlihatkan dua
karakter sisi kehidupan manusia. Tuntutan manusia adalah menjalani tanggung
jawab dengan baik, maka kita akan diberi
tanggung jawab yang lebih besar.
Lalu?
Doa Bapa Kami berakhir dengan kalimat "dan janganlah
masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskan kami dari yang jahat".
Kecenderungan jahat selalu ada, maka perlulah membangun kewaspadaan di dalam
Tuhan.
SonyPr