Boardcast Renungan Harian | Paroki Pulo Mas | #SatukanHati | St. Bonaventura
Keramah-tamahan
Sabtu, 1 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XII (H)
Kej. 18:1-15; MT Luk. 1:46-47,48-49,50,53,54- 55;
Mat. 8:5-17.
Keramahtamahan menjadi budaya yang dikembangkan di
Indonesia. Keramahtamahan adalah sebuah nilai yang sangat berharga.
Keramahtamahan yang berkembang dapat menjadi sebuah daya tarik di suatu tempat.
Fakta lain adalah kita kerap sulit sekali untuk membangun keramahtamahan untuk
orang yang belum kita kenal.
Abraham memiliki sikap ketika ia dikunjungi oleh tamu asing.
Ia memilih untuk memilki keramahtamahan kepada tamunya. Ia melayaninya dengan
segenap hati. Janji Allah tentang kelahiran disampaikan dengan cara yang
mengejutkan.Cara itu sekaligus dilakukan untuk menguji Sara dan Abraham. Mereka
diundang untuk bersikap terhadap kehadiran pribadi baru di dalam kehidupan
mereka.
Lalu?
Kita budayakan sikap keramahtamahan itu agar kehadiran Allah
di dunia benar-benar menjadi berkat.
SonyPr
dilarang mendahului
Minggu, 2 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XII (H)
2Raj. 4:8-11,14-16a; Mzm. 89:2-3,16-17,18-19;
Rm. 6:3-4,8-11; Mat. 10:37-42.
“Sesama pengemudi Bis XXX dilarang saling mendahului”. Stiker
tulisan semacam ini, biasanya tertempel di belakang badan bus. Tulisan ini
seolah menjadi pengingat bagi para sopir untuk sungguh sungguh mengendarai bis,
menjalankan tugas dengan baik. Mereka dituntut untuk sungguh -sungguh dalam
mengendarai kendaraan, tidak ugal-ugalan.
Di Hari minggu XIII ini, kita diingatkan untuk memiliki
sikap hidup mendahulukan Allah. Alasannya sangat jelas, karena Allah sendiri
mendahulukan kita juga. Manusia jatuh dalam dosa, namun Allah membuat kita
hidup kembali (Rm 6:11). Melalui Elisa juga, Allah memperhatikan keluarga yang
mengalami kesulitan ( bacaan pertama). Mereka yang mendahulukan Allah tidak
akan pernah kehilangan upahnya (mat 10:42).
Lalu?
Sikap beriman ditunjukkan dalam kebergantungan pada yang ilahi.
SonyPr
Anak baru
Senin, 3 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Pesta S. Thomas, Ras (M)
Ef. 2:19-22; Mzm. 117:1,2;
Yoh. 20:24-29.
Sebut saja namanya Tomo. Ia baru saja diterima di sebuah kantor. Hari ini adalah hari pertama ia bekerja. Sejak semalam ia tidak bisa tidur. Ia memikirkan apa yang akan terjadi besok di tempat kerjanya. Dan memang, ia merasa canggung di awal hari bekerja. Namun perlahan ia bisa menyesuaikan diri dengan teman sekantornya.
“Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang”(ef 22:19). Kedatangan Kristus merobohkan sekat tembok pemisah di antara jemaat. Ia telah memisahkan perseteruan di antara yang dekat dan jauh. Semua dipersatukan lewat kematian Kristus di kayu salib. 3 hal telah dibuat Kristus melalui salibNya; membatalkan hukum taurat dengan perintah dan ketentuannya (15), menciptakan jnat baru (15), mendamaikan umat Yahudi dan non Yahudi menjadi kawan sekerja Allah (19).
Lalu?
Kita adalah rekan sekerja Kristus, untuk apa membedakan kepandaian? Mari jaga kesatuan dengan kerendahan hati.
SonyPr
ZOAr
Selasa, 4 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 19:15-29; Mzm. 26:2-3, 9-10,11-12; Mat. 8:23-27.
Dalam bahasa aslinya, Zoar berarti kecil/remeh. Zoar adalah sebuah kota yang terletak di pinggir dataran subur. Nama kota ini dmunculkan pertama kali dalam kisahbperpisahan Abraham dan lot (kej13).Lot memilih dataran kecil yang sibur ini. Belakangan dikisahkan, Zoar menjadi kota persembunyian Lot (kej 19:21-23). Pun juga bangsa Moab menjadi tempat perlindungan saat pelarian (yes15:5).
Zoar menjadi satu dari lima kota yang hendak dihancurkan
Allah (sodom dan Gomora, adma dan zeboim
(ul29:23)). Zoar akhirnya selamat dari kehancuran. Lot dipandang Tuhan sebagai
orang benar (2ptr 2:7). Seharusnya, ia sekeluarga diselamatkan Tuhan. Istri lot
menoleh kebelakang dalam pelarian. Mungkin ia merasa sayang dengan rumah dan
harta bendanya. Istri Lot menjadi tiang garam. Karena Tuhan mengingat Abraham,
lot pun juga selamat.
Lalu?
Tuhan menyelamatkan suatu tempat dan seseorang karena
ingatan kebaikan pribadi orang di sekitarnya. Kehidupan sebagai orang benar,
menyelamatkan kita dan sesama. Terimakasih untuk kehadiran orang benar di
sekitar kita. Kita selamat bukan hanya karena jasa kita.
SonyPr
sebal
Rabu, 5 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 21:5,8-20; Mzm. 34:7-8,10-11,12-13; Mat. 8:28-34.
Karena sebal dengan seorang pengendara motor yang tiba tiba memotong jalurnya, seorang pengendara mobil mengejar motor itu. Namun sayang, meski awalnya hendak memberi pelajaran kepada pengendara motor di depannya, ia justru malah menabrak pembatas jalan.
Sara sebal terhadap Hagar dan anaknya. Abraham sudah
meyakinkan Sara bahwa yang diesbut sebagai keturunan abraham adalah yang
berasal dari Ishak (kej 21:12). Tetapi rupanya Abraham lebih mendengarkan Sara
meski sebenarnya ia juga mengasihi ismael. Allah pun juga menyampaikan bahwa
Keturunan Hagar juga akan menjadi sebuah bangsa. Untuk kedua kalinya, Hagar dan
Ismael diusir oleh Abraham.
Lalu?
Keputusan salah dan membahayakan diri dan orang lain bisa
terjadi dalam suasana hati yang diliputi sebal dan emosi. Mereka yang merasa
diberkati pun juga bisa gegabah dalam situasi ini. Dibutuhkan kejernihan hati.
SonyPr
Allah menyediakan
Kamis, 6 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 22:1-19; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Mat. 9:1-8.
Salah satu bagian menarik dari pertunjukkan sirkus adalah
menyaksikan ketangkasan orang yang berjalan di atas seutas tali. Di atas
ketinggian, mereka menyebrang dari satu titik ke titik lainnya. Di atas
selembar tali tambang mereka menyebrang. Sebatang tongkat panjang menjadi
penyeimbang. Meski takut mereka tetap melangkah. Di bawah mereka terhampar
jaring pengaman yang kuat dan lebar. Meski jatuh, mereka tetap bisa bangkit
lagi dan mencoba lagi hingga berhasil.
Kisah persembahan Abraham merupakan kisa yang sangat indah
untuk direnungkan. Abraham diuji Allah untuj melepaskan anaknya yang merupakan
bagian dari janji harapannya. Di usianya yang sudah tua, ujian itu datang
kepadanya. Abraham tetap melakukan apa yang dikehendaki Allah. Ia mempersiapkan
persembahan itu dengan baik. Dengan penuh keyakinan pula ia berani mengatakan “
Allah menyediakan..” kepada Ishak anaknya yang akan menjadi kurban( kej 22:8).
Abraham percaya Allah menyediakan jaring keselamatan untuk mereka.
Lalu?
Tetap percaya kepada Allah kendati apa yang dikehendaki sulit dipahami. Untuk itu, tetap mendekatlah pada penyedia kehidupan.
SonyPr
sahabat
Jumat, 7 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIII (H) Kej.23:1-4,19; 24:1-8,62-67;Mzm.106:1-2,3-4a, 4b-5; Mat. 9:9-13.
Di tengah lika liku jatuh bangun kehidupan, kita sungguh
mensyukuri pendampingan Tuhan yang sangat besar. Pendampingan itu terasa sangat
nyata ketika Tuhan memberikan sahabat yang selalu mendukung. Persahabatan
sejati pun terus berlangsung hingga saat ini.
Abraham memandang Sara bukan hanya sebagai seorang istri. Sara hadir sebagai sahabat dalam kehidupan Abraham. Sara menjadi sahabat sefrekuensi Abraham dalam berpengharapan. Sara belajar untuk menerima aib pahit dalam hidup sekaligus menunggu jawaban dari Tuhan. Bertahun tahun dipandang rendah, tetapi ia tetap percaya kepada Allah dan setia kepada Suaminya, Abraham. Ia pernah meragukan dan bahkan menertawakan Allah, tetapi sabar dalam pengharapan bersama Abraham.
Maka, Kematian Sara memberikan pukulan telak dan kesedihan
mendalam bagi Abraham. Tidak salah jika Abraham mempersiapkan pemakaman Sara
dengan baik. Ia pun mencari cara agar tetap dapat menguburkan Sara meski sedang
berada di tanah asing. Bersyukur ada Efron orang Het. Efron justru awalnya
hendak memberikan ladang tanpa bayaran kepada Abraham ( kej 23:11). Bagi Efron,
apa artinya uang perak dibanding nilai persahabatan.
Lalu?
“Berjalan dengan seorang sahabat di kegelapan lebih baik
daripada berjalan sendirian dalam terang”.
– Hellen Keller.
Mari kita kenang dan doakan sahabat sahabat kita yang
mendukung dalam pengharapan hidup.
SonyPr
Sabtu, 8 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Novena St. Bonaventura hari II
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 27:1-5,15-29; Mzm. 135:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:14-17.
Seorang ibu, pada umumnya selalu mengetahui banyak hal dalam
kehidupan keluarganya. Ia mengetahui dengan sungguh keadaan di dalam keluarga.
Dengan pengetahuannya itu, ia akan melakukan yang terbaik.
Ribka menikah selama hampir dua puluh tahun dengan ishak, namun mereka masih belum mendapatkan keturunan. Penderitaan Ribka, akhirnya memaksanya untuk meminta petunjuk dari Allah. TUHAN pun memberi ramalan sebagai jawaban atas pertanyaan Ribka. "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan meniadi hamba kepada anak yang muda" (kej. 25:23). Nubuat ini ia simpan dalam dirinya.
Konteks nubuat ini yang akhirnya membantu kita memahami
tindakan Ribka pada bacaan hari ini. Ketika ishak hendak memanggil Esau anak
kesayangannya untuk menjadi penggantinya, Ribka bertindak agar nubuat itu terpenuhi.
Yakub yang harus menjadi pewaris utama. Ribka mendandani Yakub semirip dengan
Esau. Hingga akhirnya berkat dilimpahkan kepada Yakub.
Lalu?
Ada rasa enggan dalam diri Yakub ketika ibunya meminta
melakukan itu semua. Namun ibunya mengatakan “akulah yang akan menanggung kutuk
itu” (kej 27:13) menjadi keyakinan bagi Yakub.
Seolah tindakan Ribka dipandang sebagai kecurangan. Ribka
mungkin hanya berpikir,dirinya hanya melakukan kehendak Tuhan. Ia adalah
perempuan pintar sekaligus juga berjuang dalam kebijakan. Ada yang terluka
namun ia hanya ingin melakukan yang terbaik bagi nubuat Tuhan dan anak-anaknya.
SonyPr
tas ransel
Minggu, 9 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
HARI MINGGU BIASA PEKAN XIV (H) Za.9:9-10;Mzm.145:1-2,8-9,10-11,13cd-14;
Rm. 8:9,11-13; Mat. 11:25-30.
Romo Rafael dalam sebuah homili bercerita tentang Pengalaman
membawa tas ransel. Menurutnya, tas ransel itu jika semakin sering digunakan,
bagian punggung dari tas itu akan menyesuaikan bentuk punggung dari si
pengguna. Itulah sebabnya, tas ransel hanya nyaman jika digunakan oleh
pemiliknya sendiri.
Yesus memberi pengajaran tentang kelemahlembutan dan
kerendahan hati. nyatakannya. “Pikulah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu,
sebab Aku ini lemah lembut dan render nati. Maka, hatimu akan mendapat
ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku."(mat
11:25). Memasangkan kuk Kristus pada kita berarti kita menempatkan diri sebagai
hambanya sekaligus sahabat Nya. Dengan itulah sukacita menjadi hidup, karena
Kristus yang tahu bentuk kehidupan kita.
Lalu?
Supaya hidup tetap ringan, teruslah hidup dalam persatuan dengan Kristus.
SonyPr
Senin, 10 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Novena St. Bonaventura hari IVBroadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat. 9:18-26.
Pernah melakukan kesalahan memang tidak menyenangkan.
Rasanya sungguh malu dan meresahkan. Perasaan menjadi tidak tenang dan takut.
Segala situasi menjadi begitu suram. Dalam keadaan seperti itu, manusia akan
dibawa dalam situasi ingin bersembunyi atau kalau bisa lari dan menghilang dari
kegelisahan yang ada.
Yakub merasakan dampak kesalahannya memahami berkat Tuhan.
Ia harus berlari dan bersembunyi. Ia harus berpisah dari ibunya dan ia
kehilangan hubungan baik dengan saudaranya. Namun Tuhan maharahim dan
mendatanginya dalam mimpi. Mimpi itu yang meneguhkan dirinya akan Tuhan yang
mengunjunginya. Mimpi itu berbuah akan keputusan prnting di dalam hidupnya.
Dengan tegas ia pun berani mengatakan " Sungguh Tuhan ada di tempat ini,
dan aku tidak mengetahuinya" (Kej 28:16). Hidupnya kembali dicoba untuk
dimaknai.
Lalu?
Santo Bonaventura juga pernah menyampaikan bahwa semakin
manusia mengenal dirinya , semakin besar pula rasa kagum pada Allah. Semakin
mengenal diri, termasuk juga mengenal kesalahan dan keburukan dirinya. Tidak
seharusnya membuat dirinya menjadi semakin kerdil, tetapi sebaliknya merasa
bermakna karena Allah yang maharahim.
SonyPr
komentar
Selasa, 11 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Pw. St. Benediktus, Abas (P)
Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3, 6-7,8b,15; Mat. 9:32-38.
Di awal pelayanan misa streaming di paroki Pulo Mas, tim
kami sempat gelisah dengan komentar
-komentar yang masuk di akun Youtube paroki. Tidak semua komentar baik dan
mendukung, tetapi ada juga komentar yang perlu dan cenderung memojokkan serta
mempersalahkan pelayanan paroki. Di antara kami, muncul perdebatan tentang
perlu ditutupnya kolom komentar atau tidak.
Komentar akan selalu hadir kapanpun dan di manapun. Untuk
setiap tindakan yang dilakukan, selalu mengundang tanggapan. Dari kagum sampai
“nyinyir”, dari bersyukur hingga menjatuhkan. Tindakan penyembuhan yang
dilakukan Yesus pun mengundang beragam sikap. Orang banyak merasa takjub, orang
Farisi melempar tuduhan. Terhadap aneka tanggapan itupun Yesus mengambil sikap
untuk terus melayanai dengan baik dan "bukan sekedar karena ini hanyalah
pelayanan".
Lalu?
Terhadap aneka komentar, kita pun bersyukur dan berterimakasih untuk segala masukkan yang diberikan. Untuk beberapa pribadi yang selalu terus menerus mencecar dengan beragam komentar, mari kita pun mendoakan mereka.
Burung pipit terbang lalu terlontar
Jatuh ke bawah tidak meronta
kita bersyukur untuk semua komentar
SonyPr
Rabu, 12 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Novena St. Bonaventura hari VIBroadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIV (H)
Kej. 41:55-57;42:5-7a,17-24a; Mzm. 33:2-3,10-11,18-19; Mat. 10:1-7.
Karena sebuah keterlambatan masuk, sebuah kelas dihukum oleh
guru mereka. Semua anak di kelas itu tidak terkecuali. Mereka dihukum tidak
boleh masuk ke dalam kelas. Di luar kelas, tiap anak saling menyalahkan. Mereka
saling menuduh satu sama lain sebagai penyebab keterlambatan. Mereka saling
mendorong untuk minta maaf kepada guru mata pelajaran itu.
Tidak selalu mudah mengakui kesalahan. Selalu sulit untuk
menerima bahwa diri sebagai penyebab kegagalan. Yusuf bernegosiasi mencoba
dengan saudara-saudaranya yang datang karena bencana kelaparan. Saudara-saudara
Yusuf sebenarnya sudah tahu itu adalah Yusuf. Mereka takut karena saat hendak
dibuang, Yusuf sudah sangat memohon belas
kasih kepada mereka (Kej 42:21). Tetapi Ruben bersikap sebaliknya. Ia merasa
saudara-saudaranya tidak mau mendengarkan perkataannya saat itu (42:22). Di
sisi lain, kita juga memahami situasi Ruben saat itu. Ia tidak kuasa untuk
melarang saudaranya yang ingin menyingkirkan Yusuf (Kej 37;22).
Lalu?
Mengakui salah adalah sebuah sikap kebesaran hati. Berani
mengakui berarti juga menyelamatkan diri kita yang menyadari bahwa kita butuh
orang lain untuk terus bertumbuh.
SonyPr
Tangisan lega
Kamis, 13 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Novena St. Bonaventura hari VIIBroadcast Renungan Harian
===================
Hari biasa, Pekan Biasa XIV (H)
Kej. 44:18-21,23b-29; 45:1-5;
Mzm. 105:16-17,18-19,20-21;
Menangislah bila harus menangis
Karena kita semua manusia
Manusia bisa terluka
Manusia pasti menangis
Dan manusia pun bisa mengambil hikmah
(Air mata-Dewa 19)
Ada yang bilang, menangis itu melegakan. Sebuah pertanyaan,
kapan terakhir anda menangis? Menangis yang sungguh menangis, bukan karena
menonton Drama Korea lalu tanpa sadar air mata mulai membasahi pipi? Banyak hal
yang menyebabkan kita menangis; emosi, kesedihan, marah atau bahkan gembira
bisa berujung pada tangisan.
Melanjutkan kisah di hari kemarin, Yusuf menangis (kej
42:24). Kita bayangkan apa yang terjadi pada Yusuf, semua perasaan bercampur
menjadi satu. Pada hari ini, kembalilah ia menangis dengan keras (45:2). Bahkan
digambarkan tangisannya terdengar di seluruh istana. Sungguh terasa besar
sekali tangisan itu. Tangisan itu pun masih berlanjut. Yusuf mencium semua
saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu
barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia (kej 45:15). Tidak
terhitung, berapa kali Yusuf menangis. Tangisan itu belum ditambah tangisan
awal ketika ia pertama kali dibuang oleh saudaranya (bdk kej 37:12-36).
Lalu?
Tangisan Yusuf, mewakili tangisan manusia yang mengalami
hidup dengan pelbagai perkembangan makna. Saat kebaikan Tuhan mampu dilihat,
tangisan luka hati akan menjadi sukacita.
SonyPr
Jumat, 14 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Novena St. Bonaventura hari VIIIBroadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XIV (H)
Kej.46:1-7, 28-30; Mzm.37:3-4,18-19,27-28, 39-40; Mat. 10:16-23.
Ketika berdoa bersama dengan anggota keluarga yang sedang
sakit keras, kerap kali kita mendengar ungkapan, " bapak/ibu lagi nunggu
si A atau B, anaknya yang berada di luar kota...". Demikian pula, ketika
ada anggota keluarga yang sudah meninggal, peti belum bisa atau boleh ditutuo
karena ada "yang masih ditunggu".
Kedatangan "yang ditunggu", memberikan ketenangan
tersendiri. Ketenangan itu menjadi ungkapan kerinduan yang terpenuhi. Yusuf
adalah anak yang dirindukan Yakub. Di tengah kegelisahan bahwa mereka semua
diminta untuk pindah ke mesir, negri yang tidak mereka harapkan, Yakub masih
mampu bersyukur ia masih mampu melihat Yusuf hidup. Sukacita ayahnya menjadi
jalan keselamatan bagi saudaranya yang lain. Ia tidak menaruh dendam dan sakit
hati. Yusuf justru merancang kebaikan bagi seluruh keluarganya agar bisa tetap
hidup (kej 46:31). Kerinduan yakub terhadap Yusuf justru menjadi jalan hidup
baru bagi keluarganya.
Lalu?
Mengalami hidup pahit memang menyakitkan. Tetapi yang pahit
tidak perlu dibalas dengan sesuatu yang lebih menyakitkan. Peristiwa kepahitan
ada kalanya justru menyatukan kita.
SonyPr
Sabtu, 15 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Novena St. Bonaventura hari IXBroadcast Renungan Harian
===================
Pw S. Bonaventura, UskPujG (P)
Kej. 49:29-32; 50:15-26a; Mzm. 105:1-2,3-4, 6-7; Mat. 10:7-15.
Seorang anak meminjam mobil kepada ayahnya. Karena lalai, ia
mengalami kecelakaan. Mobil yang iapinjam menabrak kendaraan lain. Tidak ada
luka serius, tetapi kendaraan ayahnya rusak. Bemper depan mengalami kerusakan.
Ia sangat ketakutan. Ia siap jika ayahnya nanti memarahi. Akan tetapi apa yang
terjadi? Ayahnya pulang dan ia melaporkan kejadian itu, yahnya hanay mengatakan
"lain kali hati - hati ya?"
Kesalahan yang pernah kita lakukan, memang menimbulkan ketakutan.
Alih-alih mencari solusi, kita cenderung menyembunyikan kesalahan tersebut.
itulah yang juga dialami oleh para saudara Yusuf. Mereka pun merancang kisah
wasiat palsu yakub kepada Yusuf agar selamat (kej 50:17). Tetapi akhirnya
mereka memilih datang kepada Yusuf , "Kami datang untuk menjadi
budakmu" (kej 50:18). Ini terasa lebih fair dengan apa yang mereka buat
terhadap yusuf. Tetapi, Yusuf justru menenangkan saudaranya (Kej 50:19). Ia
merasa bukanlah Allah. Ia punya tugas lain untuk memelihara bangsa ini.
Lalu?
Asumsi kita terhadap hukuman yang akan kita terima,
barangkali muncul karena sikap yang biasa kita lakukan terhadap orang lain yang
bersalah terhadap kita. Kemampuan melihat rancangan Tuhan akan merubah sikap
kita.
Selamat Pesta Nama St. Bonaventura
SonyPr
Minggu, 16 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
HARI MINGGU BIASA PEKAN XV (H)
Yes.55:10-11;Mzm.65:10abcd,10e-11, 12-13,14; Rm. 8:18-23; Mat. 13:1-23.
Halaman di sekitar gereja Pulo Mas, dipenuhi dengan beragam
tanaman. Setahun lalu, tanah dan tanaman hias di sekitarnya diperbaiki.
Tanahnya dan beberapa tanaman diganti. Selang setahun berjalan, tanaman itu
mulai tumbuh dengan beragam kondisi. Ada yang mulai rimbun, namun ada juga yang
rusak dan mati. Kondisi tanah setiap tanaman berbeda-beda, meski semua mendapat
bibit yang baik.
Kisah injil (Mat 13) menampilkan cerita tentang benih yang
ditaburkan. Benih yang disebar jatuh di beragam kondisi; pinggir jalan, tanah
batu, semak duri dan tanah subur. Terhadap beragam kondisi, benih itu ada yang
tumbuh, bertahan atau bahkan mati. Untuk bisa bertumbuh dengan baik, benih itu
perlu tumbuh di tanah yang baik. Agar tanah itu subur, ia perlu diolah, diberi
pupuk dan disiapkan dengan baik. Idealnya, petani akan menaburkan benih yang
baik di tanah yang baik. Tetapi Tuhan tidak memilih menaburkan benih hanya di
tanah yang baik. Di semua kondisi tanah itu, Tuhan taburkan benih baik.
Lalu?
Kondisi tanah, bisa jadi kondisi hidup kita. Saat hidup
penuh dengan masalah, itulah tanah berduru; saat hidup kehilangan arah, itulah
tanah batu atau pinggir jalan, saat penuh dengan sukacita dan pengharapan,
itulah tanah yang subur. Kondisi tanah seperti apa yang sedang kita alami?
Apapun kondisinya, benih yang baik itu tetap ditaburkan kepada kita.
SonyPr
Senin, 17 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
=================
Hari Biasa Pekan XV (H)
Kel. 1:8-14,22; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Mat. 10:34-11:1.
Perkembangan pada umumnya menjadi sebuah cita-cita. Suatu
perkembangan menunjukkan adanya kemajuan dan perubahan. Perkembangan teknologi
misalnya menghadrikan kemajuan dan peluang baru dalam kehidupan. Perkembangan
daerah, menghadirkan kesempatan kehidupan yang lebih baik.
Bangsa Israel mengalami perkembangan di tanah Mesir (Kel 1). Yusuf sudah tidak ada lagi di dalam ingatan mereka. Perkembangan itu menimbulkan harapan bagi Israel. Akan tetapi, sebaliknya menimbulkan kegundahan bagi penduduk setemoat. Israel dilihat sebagai ancaman bangsa. Untuk itu, Dilakukanlah usaha untuk menekan Israel. Anak-anak dimusnahkan, orangtua diberikan kerja paksa.
Lalu?
Apa yang kita lihat dalam sebuah perkembangan? Syukur atas kemajuan ataukah kegelisahan karena kita akan tersingkir?
SonyPr
Selasa, 18 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XV (H)
Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20-24.
Sebut saja namanya Bona. Ia tidak pernah menyangka bisa
sekolah di sebuah sekolah terbaik di Jakarta. Ibunya telah meninggal hampir
sepuluh tahun lalu. Ayahnya meninggalkan dia bersama kakak adiknya. Ia kemudian
diterima tinggal di sebuah Panti Asuhan. Karena nilainya baik, dirinya
mendapatkan kesempatan mengikuti tes di sebuah sekolah terkemuka. Ia diterima
dan saat ini duduk di kelas 11. Nasib baik yang ia terima, tidak membuat
dirinya lupa diri. Ia aktif terlibat di sekolah itu dan menjadi kakak
pembimbing yang baik di panti asuhan.
Musa diselamatkan dari air. Peristiwa ini menjadi awal
kehidupan baik Musa. Ia tumbuh berkembang dan dididik dalam lingkungan keluarga
istana. Ia memperoleh jiwa kepemimpinan yang menjadi bekal bagi hidupnya.
Berkat yang ia miliki, menumbuhkan juga kepekaan bagi nasib sesamanya. Ia
memiliki kepekaan atas nasib mereka yang tertindas. Kesadaran ia yang kemudian
memunculkan keberanian mencari jalan keluar bagi sesama yang menderita.
Lalu?
Apakah berkat hidup yang kita terima juga menimbulkan
kesadaran dan kepekaan bagi sesama?
SonyPr
Rabu, 19 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
=================
Hari Biasa Pekan XV (H)
Kel. 3:1-6, 9-12; Mzm. 103:1-2,3-4, 6-7; Mat. 11:25-27
Seorang raja mendapat hadiah dua ekor anak burung Rajawali.
Berkat bantuan seorang pelatih, salah satu anak burung itu berhasil dilatih
terbang. Tetapi satu burung lainnya rupanya tidak. Beragam upaya sudah
dilakukan. Akhirnya seorang petani menawarkan diri untuk melatih terbang dan
hasilnya baik. Esok harinya, sang raja melihat burung itu perlahan mulai bisa
terbang. Sang raja lalu bertanya, mengapa bisa berhasil. Si petani menjawab,
bahwa ia hanya memotong sedikit demi sedikit, dahan yang biasa dihinggapi
dengan nyaman.
Kenyamanan sesekali perlu diusik agar hidup pun juga
berkembang terus. Kehidupan Musa sudah sangat aman dan nyaman setelah dia
berhasil lari dari Firaun dan tinggal di tanah Midian ( kej 3;1). Ia sudah
menjadi penggembala domba. Tetapi ternyata Tuhan mengusiknya untuk panggilan
hidup yang lain. Ia dituntun bukan untuk menggembalakan domba saja melainkan
bangsa Allah yang besar. Musa diminta untuk terlibat dalam perjuangan bangsa;
dari kenyamanan diri menuju perjuangan kenyamanan bangsa.
Lalu?
Panggilan Tuhan selalu mengusik kita. Kita berbahagia karena
masih mampu mendengar usikan yang menggelitik itu di tengah kenyamanan hidupnu
untuk terlibat kepada sesama.
SonyPr
Kamis, 20 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XV (H)
Yes. 26:7-9,12,16-19;
Mzm. 102:13-14ab,15,16-18.19-21; Mat. 11:28-30.
"Emang enak..., rasain.. sukurin" seorang anak terjatuh, lalu temannya melontarkan kata kata di atas. Anak itu lalu dongkol dan kesel, dan akhirnya pulang sambil menangis.
Berhadapan dengan bangsa Israel yang mengalami kesulitan,
Musa tidak “masa bodo”. Panggilan Tuhan
untuk mengeluarkan bangsanya, menghadirkan respon positif untuk Israel. Musa
tidak membiarkan Israel kehilangan hidup. Musa sadar, dia pun juga mengalami
kesulitan yang tidak kalah besarnya dengan bangsa Israel namun tidak
menyurutkan kepeduliannya.
Di dalam injil, Terhadap kita yang sedang mengalami kesulitan, Yesus
mengatakan, "Marilah datang kepada-Ku, kalian yang letih lesu dan
berbeban, aku akan memberikan kelegaan bagi-Mu." (Mat 11:28). Syukurlah
Yesus tidak mengatakan "emang gue pikirin..", meski kita kadang tidak
memikirkan Yesus.
Lalu?
Datang kepada Yesus, memikul bersama, agar mendapat makna
dan arti tentang kehidupan.
SonyPr
Kamis, 27 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
=================
Hari Biasa Pekan XVI (H)
Kel.19:1-2,9-11,16-20b;
MT Dan. 3:52,53,54,56; Mat. 13:10-17.
Permainan itu mengasyikkan. Sewaktu kecil kita disuguhi dengan
bermacam aneka permainan, bahkan sampai sekarang pun mungkin kita masih
menyukai beberapa permainan. Saat mencoba pertama kali permainan itu,
katakanlah bermain kelereng, layangan atau game online saat ini, mungkin
awalnya kita kesulitan atau sering kalah. Lambat laun, kita menjadi terampil
atau bahkan mencurangi lawan kita. Hal itu bisa terjadi, karena kita sudah
terampil dan bahkan mengetahui cara bermainnya. Kemudaha, tidak terjadi begitu
saja.
Cara-cara mudah, tidak diberikan oleh Yesus begitu saja di
dalam kehidupan ini. Pemahaman mengetahui rahasia kerajaan Allah, merupakan.
proses yang terus berjalan seiring kebersamaan kita dengan Yesus. Pengajaran
diberikan Yesus dengan perumpamaan. Warta disampaikan dengan demikian, supaya
para murid terlibat dengan misteri yang dirayakan. Bagi Yesus, hal ini sudah
cukup beralasan. Para murid sudah diberikan karunia untuk melihat, mendengar
dan mengerti yang berbeda dengan orang lain. Dengan kemampuan yang lebih itu,
para murid diharapkan memiiki kepekaan dan kecepeatan bertindak dalam
menanggapi situasi yang ada di sekitarnya.
Lalu?
Kita adalah bagian dari para murid. Karunia yang sama juga
kita miliki. Kita bukan pengamat misteri Allah, melainkan pelaku di dalamnya.
Kita latih dan kembangkan sehingga kita mampu bersikap responsif dan peka terhadap sesama.
SonyPr
Jumat, 28 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Biasa Pekan XVI (H)
Kel.20:1-17; Mzm.19:8,9,10,11;
Mat. 13:18-23.
Tahun Ajaran Baru dirayakan dengan penuh rasa syukur.
Beberapa sekolah, menyambutnya dengan misa pembukaan tahun ajaran baru.Satu
tahap dalam kehidupan, telah dilewati lagi oleh anak-anak; ada yang naik kelas
atau lulus dan melanjutkan di jenjang berikutnya. Masa sulit menempuh
pergantian tingkat sudah dilalui. Saat ini mereka berhasil dan siap memulai
yang baru. Namun, bukan berarti mereka bisa santai. Tantangan baru, siap
menyambut mereka.
Di Gunung Sinai, Tuhan Allah menyampaikan rasa syukur kepada
bangsa Israel karena telah keluar dari tanah perbudakan Mesir (Kel20:1). Rasa
syukur itu diungkapkan Allah dengan membuat ikatan perjanjian antara Allah
dengan umat kesayanganNya. Hukum dibuat tidak untuk mengekang kebebasan mereka.
Perjanjian dibuat agar masing-masing pihak saling memahami tanggung jawab yang
diberikan. Dengan itu , Allah pun juga menjamin kehidupan bersama.
Lalu?
Syukur atas rahmat "pembebasan" di setiap fase
kehidupan kita. Allah terus menjamin kehidupan ini dengan terus membangun
tatanan yang bergina bagi kita.
SonyPr
Sabtu, 29 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
=================
Pw. st. Marta, Maria dan lazarus (P)
1Yoh. 4:7-16;Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11;
Yoh. 11:19-27.
Jika melihat kalender liturgi atau buku perayaan yang lama, kita akan melihat bahwa pada tanggal ini hanya disebut sebagai Peringatan Wajib Santa Martha. Perubahan terjadi pada tahun 2021. Paus menetapkan perubahan pada perayaan ini, menjadi Peringatan Wajib Santa Marta, Maria dan Lazarus. Ketiganya menjadapat gelar sahabat Yesus. Penegasan ini menjadi sangat penting. Perjalanan karya Yesus rupanya diiringi oleh para sahabat.
Sahabat-sahabat Yesus adalah pribadi yang selalu hadir
menyambut kedatangan Tuhan. Martha dan MAria menyambut Yesus saat Yesus datang
ke Bethania. Mereka berdua menjadi sahabat Yesus dalam suka duka, dan mungkin
teman curhat. Mereka tidak sekedar menyambut. Kedatangan Yesus sungguh
dipersiapkan dengan baik. MArtha dan Maria hadir sebagai tuan rumah yang baik.
Ikatan kasih tumbuh bersama di antara mereka. Melalui Yesus, mereka mampu
mengenal Allah.
Lalu?
Apa yang kita lakukan utnuk terus menjadi sahabat Yesus?
SonyPr
Minggu, 30 Juli 2023
Paroki Pulo Mas - St Bonaventura
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
===================
Hari Minggu VII (H)
Raja 3:5.7-12; Mzm 57.72.76-77. 127-130; Rom 8:28-30; Mat 13:44-52.
Ada banyak gaya hidup untuk mengembangkan kebahagiaan. Salah
satunya dikembangkan Masyarakat Swedia. Tehnik ini dalam bahasa Inggris dikenal
dengan Death Cleaning, "pembersihan kematian". Terasa menyeramkan
istilah yang diperkenalkan Marie Kondo ini. Kegiatan ini menyangkup pembersihan
dan mengatur rumah sebelum kematian menjemput. Tujuannya, mengurangi tugas
kerabat dalam membersihkan barang-barang yang ditinggalkan. Dalam kegiatan
berkala ini, kita menyortir
barang-barang yang menurut kita sudah tidak diperlukan. Memilih barang-barang
yang mendukung dan penting bagi hidup.
Perumpamaan tentang harta terpendam di ladang (mat 13)
mengundang kita untuk merenungkan pertanyaan "apa yang paling bernilai di
dalam hidupku?" Genggaman tangan manusia sangat terbatas, maka manusia
tidak bisa memiliki segala-galanya. Perumpamaan mengajarkan bahwa perjumpaan
dengan Kristus menjadikan yang lain menjadi bernilai di bawahnya. Kerajaan
Allah tidak bernilai harganya, sehingga sukcita yang besar itu tidak bisa
terbayar dengan apapun. Untuk itu dibutuhkan sebuah komitmen untuk berani
menanggalkan hal lain demi Kerajaan Allah.
Lalu?
Bersama Kristus adalah kebahagiaan yang sejati. Adakah hal
yang berani kita tanggalkan demi kebahagiaan itu?
SonyPr
Senin, 31 Juli 2023
#Satukanhati #46Tahun
Broadcast Renungan Harian
=================
Pw. St. Ignasius dr Loyola, Im (P)
Kel. 32:15-24,30-34; Mzm. 106:19-20,21-22, 23;
Mat. 13:31-35.
Area di sekitar jalan Pulo Mas Raya terkenal dengan
kerindangan pohonnya. Suasana tersebut membuat udara di sekitarnya terasa sejuk
di pagi hari. Petugas dari dinas pertamanan secara rutin merapikan tanaman dan
pohon yang ada. Area itu pun menjadi asri. Tidak heran kalau di kawasan ini
sering dijumpai orang yang berolah raga.
Perumpamaan tentang biji sesawi mengingatkan kepada kita
tentang pertumbuhan di dalam kehidupan ini. Pertumbuhan itu berawal dari
sesuatu yang kecil. Yang kecil ini terus berkembang dan memberikan pengaruh
baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungan di sekitarnya. Biji yang kecil
berkembang menjadi sebuah tanaman yang besar "sehingga burung-burung di
udara datang bersarang pada cabang-cabangnya " (Mat13:32). Ragi yang kecil
diaduk dalam sebuah adonan, mengembangkan roti (bdk mat 13:33).
Lalu?
Bersyukurlah untuk keberadaan diri kita. Apapun kondisinya, kita tetap bermakna dalam kehidupan bersama
SonyPr